Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Insiden Memanas di Tengah Perundingan Iklim Global Belem: Delegasi Dievakuasi Darurat,Paviliun COP30 Brasil Terbakar, Negosiasi Terhenti

Karawang : Sebuah kebakaran terjadi pada hari Kamis di lokasi Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) di Belem, Brasil, yang memaksa evakuasi darurat para delegasi dan mengganggu sementara negosiasi tingkat menteri yang sedang berlangsung.(21/11/25).
Insiden Memanas di Tengah Perundingan Iklim Global Belem: Delegasi Dievakuasi Darurat,Paviliun COP30 Brasil Terbakar, Negosiasi Terhenti

Otoritas setempat memastikan tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat insiden ini. Namun, penyebab pasti kebakaran tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Kebakaran itu pecah saat delegasi dari hampir 200 negara terlibat dalam perundingan intensif mengenai agenda inti konferensi, termasuk kerangka transisi bahan bakar fosil, pembiayaan iklim bagi negara-negara berkembang, dan langkah-langkah iklim terkait perdagangan.

Kebakaran di Zona Biru Menunda Negosiasi Tahap Akhir

Titik api diketahui berasal dari salah satu paviliun negara yang berada di dalam "zona biru" area konferensi yang diamankan dan diperuntukkan bagi delegasi negara serta organisasi internasional. 

Asap dengan cepat menyebar melalui koridor, mendorong tim keamanan untuk segera membuka pintu keluar darurat dan mengarahkan peserta untuk segera meninggalkan lokasi. 

Petugas pemadam kebakaran dan personel PBB dengan cepat merespons, menggunakan alat pemadam untuk menahan laju api.

Menteri Pariwisata Brasil, Celso Sabino, menyatakan bahwa situasi kebakaran telah berhasil dikendalikan. Ia membenarkan tidak ada korban jiwa yang jatuh. 

Meskipun demikian, insiden ini menimbulkan kerusakan, termasuk lubang pada atap struktur konferensi sementara yang didirikan di tepi hutan hujan Amazon untuk menyelenggarakan acara tersebut.

Mauricio Lyrio, Kepala Delegasi Brasil, memaparkan pengalamannya saat kejadian. Ia mengatakan:

"Saya sedang dalam proses penandatanganan perjanjian trilateral ketika saya didesak untuk segera meninggalkan lokasi."

Lyrio mengindikasikan bahwa timnya kemungkinan besar tidak akan dapat kembali ke tempat konferensi hingga sisa hari tersebut.

Konferensi ini dijadwalkan akan ditutup pada Jumat malam, dan insiden kebakaran tersebut menambah ketidakpastian pada tahapan penutupan yang sudah tegang. 

Sebelumnya pada hari itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak para negosiator untuk mencapai "kompromi ambisius," seraya memperingatkan bahwa masyarakat yang berada di garis depan dampak iklim sedang memantau dengan ketat.

Infrastruktur Menjadi Sorotan di COP30 Amazon

Insiden ini kembali menyoroti tantangan infrastruktur di Belem, sebuah kota yang sering disebut sebagai "gerbang menuju Amazon." Menjelang COP30, beberapa pihak telah menyuarakan kekhawatiran tentang infrastruktur publik yang dianggap tidak memadai serta tingginya biaya akomodasi bagi para pengunjung. 

Seluruh pertemuan puncak ini diselenggarakan di tenda-tenda besar sementara yang dibangun khusus untuk acara tersebut.
Laporan media lokal sebelumnya juga menyoroti kesulitan logistik dalam menampung puluhan ribu peserta, termasuk keterbatasan kapasitas hotel dan layanan perkotaan yang terbebani.

Dikenal sebagai "COP Amazon," pertemuan puncak di Belem ini menekankan peran hutan hujan tropis dalam memitigasi perubahan iklim dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati. 

Agenda utama mencakup peluncuran Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDCs) yang baru, komitmen untuk menghentikan deforestasi, dan peningkatan pendanaan iklim.

Konferensi ini juga menandai peringatan 10 tahun Perjanjian Paris 2015 dan dipandang sebagai tonggak penting dalam menetapkan strategi global jangka panjang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Draf revisi teks negosiasi akhir diperkirakan akan diedarkan sebelum KTT ditutup.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads