Kemensos Salurkan Logistik Rp700 Juta untuk Korban Longsor Banjarnegara
Jakarta : Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik senilai sekitar Rp700 juta untuk mendukung pemulihan awal warga terdampak tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan dalam keterangan tertulis pada Minggu, 23 November 2025, bahwa nilai bantuan masih bergeser sesuai hasil pendataan di lokasi.
“Totalnya sekitar 500 sampai 700 juta, angkanya masih terus berubah,” kata Gus Ipul.
Selain bantuan kedaruratan, Kemensos menyiapkan bansos adaptif yang dibarengi layanan dukungan psikososial, dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan mendesak bagi warga di pengungsian.
“Tidak hanya bantuan darurat. Setelah fase ini, akan ada program-program pemberdayaan untuk pemulihan pascabencana,” ungkapnya.
Gus Ipul menegaskan pemerintah menyalurkan santunan bagi korban meninggal dunia serta bantuan bagi warga yang mengalami luka.
“Semua kita dukung, dan setelah bencana kita masuk dengan pemberdayaan,” jelasnya.
Kemensos telah menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, antara lain:
Makanan siap saji
Makanan anak
Lauk siap konsumsi
Tenda keluarga dan tenda serbaguna
Tenda gulung, matras, dan selimut
Perlengkapan keluarga
Peralatan makan
Beras
Total nilai logistik yang sudah tersalurkan mencapai sekitar Rp250 juta. Bantuan disalurkan secara gotong royong bersama kementerian dan lembaga lain, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Data Kemensos mencatat 823 warga mengungsi ke tiga lokasi: Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Pringamba, dan GOR Desa Baji. Dua warga meninggal dunia dan 10 mengalami luka-luka. Sebanyak 30 rumah tertimbun dan 195 rumah berstatus terancam. Sementara itu, 27 warga masih dicari oleh tim gabungan.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyampaikan perkembangan pencarian korban.
“Total 12 korban sudah ditemukan, dan 12 lainnya masih dalam pencarian,” ucapnya.
Memasuki hari keenam, proses evakuasi sempat tertunda akibat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Kondisi tanah kembali labil ketika hujan turun, sehingga pencarian harus dihentikan sementara demi keselamatan petugas.(*)

