Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Peristiwa Longsor Banjarnegara, Update 3 Orang Meninggal, 25 Masih Hilang

Jatim : Operasi penyelamatan di wilayah terdampak tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berlanjut intensif hingga Rabu (19/11) malam tepatnya pukul 22.00 Wib, dengan konfirmasi jumlah korban meninggal mencapai tiga orang dan 25 warga lainnya masih dinyatakan hilang kutip laman resmi BNPB.

Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para warga yang masih dinyatakan hilang di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Foto : BPBD)

Bencana yang melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, ini telah memicu respons darurat yang melibatkan ratusan personel gabungan. Upaya pencarian dan pertolongan (SAR) menjadi fokus utama penanganan.

Tim gabungan SAR berhasil menemukan satu jenazah korban lagi pada Rabu sore, sekitar pukul 14.20 WIB, menambah deret korban yang ditemukan.

"Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue - SAR) gabungan kembali menemukan satu jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pandanarum... Penemuan jenazah itu menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang, sedangkan 25 lainnya masih dalam pencarian," demikian laporan dari data resmi yang dikeluarkan oleh posko penanganan darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara proses pencarian terus berjalan, dampak bencana ini juga telah memaksa 934 jiwa dari 335 Kepala Keluarga (KK) untuk meninggalkan rumah mereka.

Para penyintas saat ini tersebar di lima titik pengungsian, termasuk di Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan beberapa gedung umum lainnya, serta rumah-rumah kerabat.

Kerusakan Luas Melanda Infrastruktur dan Ekonomi Lokal

Berdasarkan kajian cepat (rapid assessment) yang dilakukan otoritas, kerusakan material akibat longsor tergolong signifikan dan menyebar di berbagai sektor. Sebanyak 182 unit rumah dilaporkan terdampak, dengan 54 di antaranya mengalami kerusakan berat.

Infrastruktur desa juga menerima pukulan telak, meliputi:

• Jalan desa sepanjang 800 meter

• Jaringan listrik

• Saluran irigasi 670 meter, termasuk satu unit bendung dan infrastruktur irigasi perpipaan

Selain itu, sektor ekonomi lokal juga terhantam, dengan hilangnya 5 ekor sapi, 125 ekor kambing, dan rusaknya 14 unit warung. Dampak sosial tercatat pada kerusakan berat satu unit masjid dan kerusakan ringan pada dua mushola.

Pemerintah Penuhi Kebutuhan Mendesak dan Layanan Psikososial

Menanggapi krisis kemanusiaan ini, BNPB menyatakan komitmennya untuk segera menyalurkan bantuan mendesak yang diperlukan para pengungsi. Kebutuhan yang diprioritaskan meliputi popok balita, perlengkapan mandi, pakaian, susu dan makanan anak, hygiene kit, alas tidur, serta alat pelindung diri bagi tim di lapangan.

Selain kebutuhan fisik, layanan pendampingan psikososial juga diaktifkan untuk membantu penyintas mengatasi trauma. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., telah memerintahkan percepatan pemenuhan kebutuhan dasar ini saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana pada Selasa (18/11).

Operasi penanganan darurat melibatkan 521 personel dari berbagai instansi, termasuk BNPB, TNI-Polri, PMI, dan relawan lintas daerah. Misi pencarian, pemantauan geologi, layanan posko, dan dukungan kesehatan serta logistik dijadwalkan akan terus dilanjutkan hingga hari ini Kamis (20/11) untuk memastikan setiap upaya penemuan korban dan pemulihan berjalan maksimal.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads