Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Jelang Libur Natal, IHSG Ditutup Turun

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau turun hingga penutupan perdagangan hari ini. Dari data RTI Business, penurunan IHSG sebesar 0,71 persen atau 61 poin ke level 8.584,78.(24/12/25).
Foto : Papan elektronik berisi informasi pergerakan indeks harga saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia 

Sebanyak 373 saham harganya juga turun, 275 saham harganya naik dan 157 saham stagnan. Saham sektor industrial naik paling kuat 2,58 persen, saham sektor properti dan real estate turun paling dalam -1,24 persen.

“IHSG melemah karena para pelaku pasar berhati-hati seiring pekan perdagangan yang lebih singkat menjelang libur Natal. Pasar saham tutup pada hari Kamis dan Jumat,” kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas, Selasa (23/12/2025).

Investor juga menantikan pengumuman upah minimum di sejumlah provinsi. Meski ada penolakan dari banyak serikat pekerja dan kalangan pengusaha terhadap formula upah 2026 yang diusulkan pemerintah.

“Pengusaha dan Serikat Pekerja beralasan, minimnya konsultasi dalam menentukan formula upah tersebut. Selain itu, formula yang ditetapkan tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini,” ucap Tim Pilarmas.

Sepanjang hari ini, indeks LQ45 yang berisi saham unggulan juga melemah. Saham–saham yang mendominasi penurunan diantaranya DSSA, BRPT, BUMI, UNVR, dan SCMA.

Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 41,87 miliar lembar saham, frekuensi perdagangan sebanyak 2,76 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp25,61 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp15.717,94 triliun.

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia didominasi penguatan dalam penutupan perdagangan hari ini. Penguatan ditopang oleh penguatan kontrak berjangka saham di Amerika Serikat.

Di sisi lain, sektor teknologi global berangsur pulih dari periode volatilitas. Hal ini ditandai dengan menguatnya kembali optimisme terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan.

“Selain itu, ada harapan pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Fed serta minimnya katalis besar yang mampu menggerakkan pasar. Pelaku pasar juga mencermati pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok di tengah harapan tambahan stimulus dari pemerintah,” kata Tim Analis Pilarmas menutup analisisnya.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads