Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kembali Geger Semburan Lumpur Berbau Gas di Cipanas

Cirebon: Kubangan Air berwarna cokelat pekat di sekitar area persawahan di Desa Cipanas Kecamatan Dukuhpuntang Kabupaten Cirebon yang kembali menyemburkan gas berbau kembali membuat geger warga desa setempat. (25/12/25)?

Kembali Heboh Semburan Lumpur Berbau Gas di Cipanas


Salah seorang warga Manat (52 tahun) yang rumahnya paling dekat dengan semburan gas tersebut mengatakan bau menyengat itu bukan hal baru. Ia mengaku telah puluhan tahun hidup berdampingan dengan fenomena tersebut, bahkan sejak masih kecil.“Sudah lama, dari saya kecil juga sudah ada semburan lumpur berbau gas itu tuh,” ujar Manat pada Rabu (24/12/2025).

Menurut Manat, bau gas tidak muncul setiap saat, namun terasa paling kuat pada waktu-waktu tertentu.“Dampaknya itu baunya menyengat. Khususnya di waktu pagi sama sore, kalau hari mendung, cuaca mendung, bau. Kalau hujan ya bau, sama,” ucapnya. Bau menyengat tersebut tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan warga di sekitar lokasi.“Ya itulah, sesaklah,” kata Manat singkat.

Selain gangguan pernapasan, semburan gas dari kawah itu juga diduga merusak barang-barang elektronik di dalam rumah. Manat memperlihatkan dua unit televisinya yang kini tak lagi berfungsi.“Ada, itu semacam elektronik, TV, sound aktif gitu,” katanya.

Tak hanya rumah Manat, setidaknya enam rumah lain yang berjarak sekitar 100 meter dari titik kawah turut merasakan dampak serupa. Bau menyengat paling terasa pada pagi dan sore hari, terutama saat cuaca mendung atau hujan. Manat yang tinggal bersama istri dan dua anaknya mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.

Namun, ia memilih pasrah karena menganggapnya sebagai fenomena alam."Ya terganggu sih, tapi kan itu alam gitu, enggak bisa nanganinya gimana,” ujarnya. Meski demikian, ia tetap berharap ada solusi demi kenyamanan warga.“Kalau bisa sih gimana gitu caranya supaya mengurangi bau apa gimana itulah, supaya kami agak nyaman di sini,” katanya mengharapkan.

Fenomena kawah tersebut diyakini telah ada sejak zaman nenek moyang. Lokasinya berada sekitar 10 meter dari area persawahan warga dan tak jauh dari kaki Bukit Gunung Nawa. Ketua RW 7 setempat, Yunus, menyebut semburan tersebut bukan fenomena baru.“Ini sudah ada dari sebelum saya lahir, Pak. Dari zaman nenek moyang dulu mungkin ini sudah ada,” ucap Yunus.
Kembali Heboh Semburan Lumpur Berbau Gas di Cipanas


Ia menuturkan, pada masa lalu, kawah itu sempat dimanfaatkan oleh pabrik kalsit atau kapur untuk menetralisir zat kapur yang dianggap berbahaya. Namun setelah pabrik berhenti beroperasi, lokasi tersebut terbengkalai dan dampaknya semakin dirasakan warga. Tak hanya merusak barang elektronik, bau belerang juga berdampak pada kesehatan dan hasil pertanian.Banyak warga yang ISPA. Hasil panen sawah juga menurun drastis karena pengaruh belerang,” katanya memaparkan.

Sementara itu, Kepala Desa Cipanas, Maman Sudirman, membenarkan bahwa fenomena kawah telah ada sejak era 1960-an dan pernah dimanfaatkan oleh industri. Ia menegaskan, meski disebut sebagai semburan gas, fenomena tersebut bukan gas yang mudah terbakar.“Kalau gas kena api kan nyala. Ini mah enggak, justru mati kalau ada api,” ucap Maman menuturkan.

Di tengah bau menyengat yang kerap memicu batuk dan sesak, warga Desa Cipanas tetap bertahan. Seperti Manat dan warga lainnya, mereka menjalani hari-hari dengan kawah yang telah menjadi bagian dari hidup selama puluhan tahun, fenomena alam warisan zaman yang hingga kini masih menyisakan persoalan tanpa kepastian jalan keluar.(*)

Hide Ads Show Ads