Mendagri Ungkap Kronologi Bupati Aceh-Selatan Umrah saat Bencana
Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan kronologi keberangkatan umrah Bupati Aceh Selatan Mirwan MS. Kronologi tersebut dijelaskan dalam konferensi pers Kemendagri di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
![]() |
| Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan kronologi keberangkatan umrah Bupati Aceh Selatan Mirwan MS dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/11/2025) |
Tito menjelaskan, Mirwan mengajukan izin keluar negeri pada 22 November 2025. Ia menegaskan pengajuan itu dilakukan sebelum banjir dan longsor melanda Sumatera.
“Tanggal 24 November mulai terjadi banjir dan longsor di beberapa wilayah. Tanggal 27 November Gubernur menetapkan tanggap darurat,” ujarnya.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf kemudian menolak permohonan izin Mirwan pada 28 November. Tito menyebut penolakan terjadi karena daerah sedang berstatus bencana.
“Pak Gubernur menolak izin karena situasi darurat bencana. Permohonan itu dinyatakan tidak dapat diproses,” katanya.
Saat izinnya ditolak, Mirwan kembali ke Aceh setelah tiba di Jakarta. Ia sempat melakukan kegiatan membantu masyarakat terdampak bencana.
“Namun tanggal 2 Desember yang bersangkutan tetap berangkat umrah. Keberangkatannya dilakukan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda,” ucapnya.
Tito mengaku langsung menghubungi Mirwan setelah mengetahui keberangkatan tersebut. Dalam sambungan telepon itu terungkap Mirwan tidak memegang izin resmi.
“Saya tanyakan apakah ada izin keberangkatan. Yang bersangkutan mengaku pernah mengajukan tetapi tetap berangkat,” ujarnya.
Kemendagri menegaskan izin itu belum pernah sampai ke pemerintah pusat. Izin tersebut sudah ditolak di tingkat provinsi.
Karena pelanggaran itu, Tito memberhentikan sementara Mirwan dari jabatan bupati selama tiga bulan. Penunjukan wakil bupati dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pemerintahan.
“Wakil Bupati Baital Mukadis ditunjuk menjadi pelaksana tugas bupati. Penunjukan dilakukan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Sebelumnya Bupati Aceh Selatan Mirwan, menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Ia mengakui keberangkatannya menimbulkan keresahan publik.
"Dengan segala kerendahan hati, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan serta kekecewaan banyak pihak. Terutama kepada Presiden Prabowo Subianto, Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Muzakir Manaf, dan seluruh masyarakat Aceh Selatan,” ujarnya.(*)


