Ada Warga Bogor Menjadi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi,Bupati Rudy Ucapkan Belasungkawa
Bogor : Sebanyak dua warga Kabupaten Bogor diduga menjadi korban kecelakaan transportasi udara pesawat jenis ATR 42 - 500 di Sulawesi, Sabtu 17 Januari 2026. Dua Warga Kabupaten Bogor tersebut adalah Ester Aprilita sebagai pramugari dan Dwi Mardiono sebagai kru bagian teknisi pesawat.
![]() |
| Istri Dwi Mardiono, kru bagian teknisi pesawat ATR 42-500 yang kandas di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan |
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Dirinya juga mengajak masyarakat berdoa dan jangan sampai hilang harapan karena proses pencarian masih berlangsung.
"Kami masih berupaya, kami masih berpikir positif bersama-sama selama belum ditemukan. Siapa tahu Tuhan punya rencana lain,” ujar Bupati Rudy Susmanto, Rabu 21 Januari 2026.
Selain itu, ada satu warga Kota Bogor bernama Ferry Irawan, yang juga menjadi korban atas kecelakaan pesawat tersebut. Menurut informasi, Ferry adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kompleks Mina Bakti RT06 RW03, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Sementara keluarga Ester Aprilita, tinggal di Perumahan Bojong Koneng Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin dan Dwi Mardiono tinggal di Perumahan di Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang.
Pesawat naas yang terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hingga saat ini Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan evakuasi sambil mencari korban yang belum ditemukan.
Informasi terkahir masih terdapat delapan korban lagi yang belum ditemukan. Sementara itu Tim SAR juga telah menemukan kotak hitam pesawat ATR 42-500 dan selanjutnya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).(*)
