Akhir Pekan, IHSG Ditutup Naik 1,18 Persen
Jakarta : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini. IHSG terpantau naik 1,18 persen atau 97 poin ke level 8.329, 60.
“Volatilitas indeks cenderung mereda setelah dua hari perdagangan mengalami gejolak signifikan akibat peringatan dari MSCI,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat 30 Januari 2026. MSCI memperingatkan akan potensi diturunkannya posisi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
“Investor cenderung wait and see menantikan perkembangan upaya OJK-BEI untuk memenuhi persyaratan MSCI sebelum Mei 2026. Mundurnya Direktur Utama BEI dan instruksi Presiden Prabowo juga tidak direspon oleh pasar dengan fluktuasi tinggi,” ucap Tim Analis Phintraco.
Namun perkembangan tak terduga terjadi setelah penutupan perdagangan akhir pekan ini. Jumlah malam, OJK merilisi siaran pers yang mengabarkan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra dan wakilnya, Mirza Adityaswara mundur dari jabatannya.
Begitu pula dua pejabat OJK lainnya, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), Inarno Djajadi. Termasuk Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK), I.B. Aditya Jayaantara.
Tim Analis Phintraco Sekuritas juga mencermati instruksi Presiden Prabowo Subianato hari ini. Kepala Negara menginstruksikan kenaikan limit investasi dana pensiun dan asuransi menjadi 20 persen dari sebelumnya 8 persen.
“Pemerintah juga berencana mempercepat demutualisasi BEI dan meningkatkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. BEI juga berkomitmen meningkatkan tata kelola dan keterbukaan informasi,” ujar Tim Phintraco.
Danantara juga membuka opsi untuk menjadi pemegang saham BEI setelah proses demutualisasi selesai. Langkah reformasi dan insentif tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur pasar modal Indonesia dalam jangka menengah panjang.
Meski demikian, lanjut Tim Phintraco, investor masih akan mencermati perkembangan implementasi kebijakan ke depan. Pekan depan akan dirilis beberapa indikator ekonomi domestik yang penting, yaitu indeks PMI Manufacturing, neraca perdagangan dan data inflasi.
Data lainnya yang akan dipublikasikan adalah pertumbuhan ekonomi serta cadangan devisa dan indeks harga properti. Data-data tersebut akan mempengaruhi sentimen pasar yang akan terlihat pada pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah.
Sementara itu, dari data perdagangan di BEI, hari ini sebanyak 551 saham harganya naik dan 194 saham harganya turun. Saham sektor transportasi dan logistik naik paling kuat 6,14 persen, saham sektor barang sekunder turun paling dalam -1,46 persen.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 57,82 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 3,39 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp41,69 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp15.075 triliun.(*)
