Wapres Datang Lokasi Longsor di Bandung ,11 Orang Tewas dan 79 Hilang
Bandung: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
![]() |
| Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Minggu, 25 Januari 2025 (Foto: Setwapres) |
Dalam kunjungannya, Wapres menekankan agar proses pencarian dan pertolongan korban berjalan maksimal serta kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Kunjungan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir cepat di tengah masyarakat terdampak bencana.
Usai meninjau lokasi longsor, Wapres melanjutkan kunjungan ke Posko Pengungsian di Balai Desa Pasirlangu. Hal ini untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta memberikan dukungan langsung kepada para pengungsi.
"Saya mohon maaf atas kejadian ini. Tim sudah turun semua ke lapangan dan kita upayakan semaksimal mungkin untuk pencarian korban,” ujar Wapres Minggu, 25 Januari 2026.
Lebih lanjut, ia meminta jajaran terkait agar memberikan perhatian prioritas terhadap kelompok rentan. Mulai dari makanan hingga kesehatan.
“Saya titip warga yang ada di pengungsian ini, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan difabel agar benar-benar diprioritaskan. Pastikan makan tiga kali sehari dan obat-obatan tersedia. Tim kesehatan harus siaga 24 jam,” ujarnya.
Wapres juga menginstruksikan agar pemerintah daerah memastikan bantuan tepat sasaran. Termasuk penanganan rumah-rumah yang rusak serta rencana relokasi dan perbaikan hunia.
“Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki. Jika perlu relokasi, mohon disosialisasikan dengan baik dan tidak terlalu jauh dari tempat asal serta sumber penghidupan warga,” kata Wapres.
Selain itu, Wapres menegaskan pentingnya penataan kembali lingkungan dan pengawasan alih fungsi lahan. Hal ini sebagai bagian dari upaya mitigasi agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang.
Posko Pengungsian Balai Desa Pasirlangu, saat ini menampung 230 jiwa, yang terbagi di dua ruangan. Yakni ruang aula sebanyak 90 jiwa dan GOR sebanyak 140 jiwa.
Untuk mendukung kebutuhan konsumsi, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum tidak jauh dari lokasi pengungsi. Hal yang sama disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan penyelamatan jiwa serta perlindungan pengungsi. “Operasi SAR dilakukan 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian, bersamaan dengan perlindungan pengungsi,” ujar Menko PMK.
Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii menyampaikan operasi pencarian dan pertolongan dikoordinasikan langsung pihaknya. Sejauh ini ratusan personel gabungan telah dikerahkan di dukung sarana udara dan darat.
“Saat ini lebih dari 250 personel terlatih terlibat langsung dalam operasi SAR, didukung unsur udara dengan drone serta unsur darat. Operasi dilakukan bertahap demi keselamatan seluruh tim,” kata Kepala Basarnas.
BNPB juga telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan kaji cepat dan pemetaan udara menggunakan drone. Untuk mengantisipasi bencana susulan dan mendukung operasi pencarian, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jawa Barat.
Sebagai informasi, banjir bandang disertai tanah longsor di Bandung Barat Sabtu, 24 Januari dini hari. Longsor yang dipicu curah hujan tinggi tersebut mengakibatkan 11 korban jiwa, sementara 79 warga lainnya hilang.(*)
