Banjir Pantura Subang Meluas, Dusun Marjim Terisolasi
Subang ; Banjir di wilayah Pantura Subang kembali meluas setelah sejumlah sungai utama meluap akibat hujan deras yang mengguyur selama tiga hari tiga malam. Sungai Cipunagara, Cigadung Pamanukan, Sungai Ciasem, dan Sungai Cijengkol di Kecamatan Ciasem tak mampu menampung debit air, sehingga genangan banjir mencapai ketinggian hingga setinggi pinggang orang dewasa, Jumat 30 Januari 2026.
![]() |
| Ketinggian air di Pantura Subang naik, banjir puneluas, akibat hujan deras mengguyur selama tiga hari tiga malam, yang tak henti. (Foto : RRI/Ruslan Effendi). |
Banjir tidak hanya melanda wilayah Pamanukan, namun juga kembali merendam Kecamatan Ciasem. Padahal, sebelumnya genangan sempat surut. Namun kiriman air dari wilayah selatan membuat Sungai Ciasem dan Cijengkol kembali meluap, bahkan dengan ketinggian air yang melebihi banjir sebelumnya.
Kepala Dusun Marjim, Desa Ciasem Tengah, Kiki Jawahir, mengatakan kondisi banjir saat ini lebih parah dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ketinggian air di wilayahnya bervariasi antara 50 hingga 80 sentimeter dan terus menunjukkan tren meningkat.
“Beberapa hari lalu banjir sempat surut, tapi karena hujan terus-menerus, air kembali menggenang dusun kami. Sekarang malah ketinggian air semakin tinggi dan wilayah terdampak semakin meluas,” ujar Kiki.
Ia menjelaskan, banjir kali ini mengepung Dusun Marjim dari berbagai sisi. Akibatnya, akses keluar masuk dusun menjadi sangat sulit karena jalan utama sudah terendam air dengan ketinggian mencapai 60 hingga 70 sentimeter.
“Kendaraan sudah tidak bisa lewat, dusun kami bisa dikatakan terisolasi akibat banjir ini,” terangnya.
Menurut Kiki, kondisi tersebut memaksa sebagian warga untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman. Namun, masih ada warga yang bertahan di rumah masing-masing karena ketinggian air baru mencapai setinggi lutut orang dewasa.
“Sambil menunggu evakuasi dari BPBD, warga yang terdampak mengungsi ke rumah saudara. Kami juga menunggu untuk dipindahkan ke tempat pengungsian yang sudah disiapkan pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, banjir yang berkepanjangan membuat kondisi warga semakin rentan, terutama kelompok lanjut usia dan anak-anak. Warga berharap adanya penanganan cepat serta bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami sudah delapan hari kebanjiran, sebagian kecil warga bahkan baru tadi malam terdampak. Kami berdoa kepada Allah semoga hujan segera reda dan banjir cepat surut,” tandas Kiki.(*)
