Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Bencana Banjir Pantura Subang Terus Meluas, Ini Kata Bupati Reynaldi

Subang : Bencana banjir Pantura terus meluas. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, didampingi Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Memet Nur Hikmat mengungkapkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terus berupaya semaksimal mungkin, menangani banjir Pantura.

Situasi Banjir Pantura Subang, yang kini semakin meluas di 8 kecamata

Kang Rey membenarkan, telah terjadi perluasan area terdampak bamiir, akibat hujan yang terus menerus turun, dengan intensitas tinggi sejak semalam. Sehingga wilayah yang terdampak, dari sebelumnya 7 kecamatan, kini bertambah menjadi 8 kecamatan.

"Jadi banjir pantura sampai hari ini masih terjadi, bahkan ada penambahan luasan, dan masyarakat terdampak. Karena hujan tidak berhenti, yang membuat Kecamatan Compreng, ikut terdampak banjir. Jadi sampai hari ini ada 8 Kecamatan yang terdampak banjir," ungkap Kang Rey.

Bupati menegaskan, masyarakat pantura tidak sendirian, karena jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, termasuk dirinya, akan berkantor di pantura, agar kebutuhan masyarakat yang mendesak dapat segera terpenuhi. "Saya dan jajaran sudah 4 hari lalu, selalu stand by di Pantura, tapi mulai hari ini akan lebih fokus lagi 1x24 jam. Intinya kami dalam beberapa hari ke depan, akan ngantor di pantura, sehingga ada kebutuhan urgent langsung dipenuhi," ujarn Bupati, Kamis 29 Januari 2026.

Dia menyebut, strategi jangka pendek dalam penanganan banjir pantura kali ini adalah, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan pendirian posko, dam dapur umum. Selain itu Kang Rey terus mendorong, agar masyarakat terdampak dapat disiapkan tempat mengungsi yang layak.

"Sudah ada posko, dan kami mengupayakan relokasi beberapa masyarakat yang hari ini terdampak, dan yang mengungsi di fly over, karena kurang layak. Tapi masyarakat masih sulit direlokasi. Untuk daerah dengan genangan tinggi, kita sarankan untuk pindah ke posko. Kami juga sediakan dapur umum dan dapur mandiri, yang setiap hari kita selalu melayani 8000 masyarakat, yang diberikan makan 2 kali sehari," lanjut dia.

Ia juga menghaturkan terima kasih, karena penanganan banjir pantura betul-betul dilaksanakan dengan azas gotong-royong, yang melibatkan seluruh pihak, mulai dari OPD, Polisi, TNI, petugas desa, kader Posyandu, dan seluruh masyarakat. "Makanan di dapur umum dimasak rereongan oleh desa, petugas Posyandu, BPBD semuanya berkolaborasi," tandasnya.(*)

Hide Ads Show Ads