Cuaca Buruk, Pelayaran Wisata Bunaken Ditunda
Manado: Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Perairan Sulawesi Utara Paksa Operator Hentikan Operasional Demi Keselamatan
Aktivitas pariwisata menuju Taman Nasional Bunaken mengalami gangguan signifikan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Sulawesi Utara.
Angin kencang dan fenomena gelombang tinggi yang terjadi sejak awal tahun 2026 memaksa otoritas dan operator kapal untuk menangguhkan seluruh jadwal keberangkatan.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, cuaca buruk tersebut tidak hanya membatasi jarak pandang tetapi juga membahayakan stabilitas kapal wisata berukuran kecil dan menengah.
Salah satu operator kapal wisata di kawasan tersebut, Sukri, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan perjalanan merupakan langkah mutlak untuk menjamin keselamatan para wisatawan serta kru kapal. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan prakiraan cuaca secara berkala.
“Cuaca saat ini tergolong kurang bagus. Untuk itu keberangkatan para tamu ke Bunaken dibatalkan. Ketika cuaca sudah bagus, aktivitas akan dilanjutkan kembali,” ujar Sukri saat memberikan keterangan terkait situasi di dermaga yang dikutip Senin 12 Januari 2026.
Penundaan ini berdampak pada sejumlah agenda perjalanan wisatawan yang telah dijadwalkan sebelumnya. Meski demikian, para penyedia jasa wisata menekankan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan operasional.
Pihak operator memproyeksikan layanan penyeberangan ke Bunaken akan segera dibuka kembali dalam waktu dekat, sembari menunggu kondisi atmosfer dan tinggi gelombang di perairan Sulawesi Utara kembali ke level aman bagi pelayaran sipil.(*)
