Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Ditengah Pertikaian Dua di Kerton Solo, Ini Alasan Menbud Tunjuk Tedjowulan Jadi Penanggungjawab

Jakarta : Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon memberikan alasan memilih KGPH Tedjowulan sebagai pelaksana pelestarian Cagar Budaya Nasional Keraton Solo. Menurutnya, KGPH Tedjowulan adalah sosok yang bijaksana yang mampu bisa mengayomi keluarga besar.
Sekretaris Jenderal Kemenbud Bambang Wibawarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D Retno Astuti, dan Inspektur Jenderal Kemenbud Fryda Lucyana saat ditemui wartawan usai menghadiri acara Indonesoan Culture Outlook 2026, Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Senin, 19 Januari 2026. (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)

Pemilihan KGPH Tedjowulan juga dilandasi oleh akan diadakannya revitalisasi pada Keraton Solo. Sebelumnya, revitalisasi pernah dilakukan oleh pihaknya pada Panggung Songgo Buwono.

"Saya yakin bahwa KGPH Tedjowulan merupakan seseorang yang arif dan bijaksana. Kami berharap ia bisa bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan untuk merevitalisasi Keraton," katanya saat kepada wartawan usai menghadiri acara Indonesoan Culture Outlook 2026, Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa beberapa bagian Keraton Solo saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Banyak bangunan yang tidak terawat, ruang-ruang yang kosong dan mangkrak.

Tidak hanya itu, bangunan tersebut juga terdapat kebocoran di berbagai titik sehingga kondisi bangunan menjadi rapuh. Oleh karena itu pemerintah menunjukkan kepedulian besar melakukan revitalisasi demi menjaga melestarikan nilai sejarah-budaya Keraton Solo.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proses revitalisi sempat terhenti karena terjadinya perselihan dari salah satu pihak. "Mereka mengunci bagian museum dan bagian sisi Keraton," ujarnya.

Menyoal hal itu, pihaknya kemudian mengundang kedua belah pihak dalam berbagai acara. "Namun ada salah satu pihak yang tidak datang, alasannya namanya salah," ucapnya.

Sementara itu, Kubu PB XIV Purbaya menolak keras menolak penunjukan KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Keraton Solo. Mereka mempunyai alasan kuat terhadap penolakan Kubu PB XIV Purbaya.

Sasana Wilapa pihak Paku Buwono (PB) XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, mengatakan pihaknya telah melayangkan keberatan penunjukan tersebut. Pihaknya kemudian memberikan surat kepada Kementerian Kebudayaan dan juga ditembuskan kepada Presiden RI.

"Kami juga sudah melayangkan surat keberatan kami kepada Kementerian Kebudayaan dan beberapa tembusannya pun Presiden RI. Untuk keberatan kami diadakannya acara tersebut, karena kami melihat ketidakadilan proses yang diputuskan oleh Menteri Kebudayaan ini," katanya, Senin, 19 Januari 2026.(*)

Hide Ads Show Ads