Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

IHSG Semakin Terpuruk, Ditutup Turun ke Level 8.232

Jakarta : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terpuruk hingga penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup di zona merah, turun 1,06 persen atau 88 poin ke level 8.232
Papan elektronik berisi informasi indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia

"IHSG masih di zona merah karena kekhawatiran pasar akan potensi downgrade Indonesia ke Frontier Market oleh MSCI. Beberapa sekuritas asing juga menurunkan peringkat Indonesia, sehingga kembali memicu terjadinya sell-off (aksi jual)," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 29 Januari 2026.

Kondisi itu sempat membuat terjadinya 'trading halt' selama 30 menit di sesi perdagangan pertama. Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam, namun kemudian terjadi 'bargain hunting' sehingga pelemahan IHSG berkurang.

Bargain hunting fenomen investor melakukan aksi beli setelah harga saham-saham turun. Aksi beli saham membuat tekanan terhadap IHSG sedikit berkurang.

Sementara itu, OJK memutuskan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float. Free float yang saat ini sebesar 7,5 persen, dengan aturan baru nanti batas minimalnya dinaikkan menjadi 15 persen.

"Ketentuan free float ini akan berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat. Jika emiten tidak dapat memenuhi aturan ini, maka BEI akan memberikan 'exit policy'," ucap Tim Phintraco.

Namun belum diketahui 'exit policy' macam apa yang akan diterapkan, OJK maupun BEI belum memberikan penjelasan. OJK juga menyatakan akan melakukan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti penyesuaian yang dilakukan BEI atau KSEI.

"Otoritas berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau data pemilik manfaat terakhir kepada MSCI. Langkah ini akan difokuskan terlebih dahulu untuk konstituen IDX100," ujar Tim Phintraco

Sementara itu, dalam perdagangan hari ini sebanyak 521 saham harganya turun, 214 saham harganya naik, dan 73 saham stagnan. Saham sektor consumer cyclical atau barang sekunder turun paling dalam 4,88 persen.

Adapun volume saham yang diperdagangkan sebanyak 99,10 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 4,93 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp68,17 triliun, dan kapitalisas pasar menjadi Rp14.950 triliun.

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan, juga menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan adalah BBRI, GOTO, ASII dan AMMN.

Hari ini juga terjadi aliran keluar modal asing ditandai dengan net sell (jual bersih ) sebesar Rp5,11 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BUMI, ANTM dan BBNI.(*)

Hide Ads Show Ads