Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kabar Baik, Indonesia Siap Ekspor Beras April Mendatang

Jakarta : Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menyampaikan kabar gembira di hari kedua Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jumat, 30 Januari 2026, sore. Ia mengungkapkan Indonesia akan menjadi negara pengekspor beras mulai April mendatang.

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman

"Hampir pasti kita akan mengubah paradigma dari negara pengimpor jadi pengekspor beras tahun ini," katanya dalam acara di Puskom Bela Negara di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, itu. "Mudah-mudahan April nanti bisa direalisasikan."

Jika target ekspor itu terealisasi, ini akan menjadi sejarah baru bagi pertanian Indonesia. Sebab, hingga 2024, Indonesia masih mengimpor beras sebanyak 4,52 juta ton.

Namun demikian, kata Amran, ekspor beras bisa dilakukan dengan syarat. Yakni apabila serapan Perum Bulog bisa menyamai seperti 2025 lalu.

Sepanjang 2025, Indonesia memproduksi gabah setara beras sebanyak minimal 34 juta ton. Berdasarkan data Survei Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik, proyeksi beras tahun 2026 direvisi menjadi 34,77 juta ton atau naik dari proyeksi semula 32,07 juta ton.

Secara faktual, Amran mengungkapkan bahwa stok beras pada Januari ini sudah mencapai 3,32 juta ton. "Ini merupakan rekor stok beras tertinggi bagi kita sepanjang sejarah," katanya bangga di hadapan 160 peserta retreat.

Februari ini hingga April mendatang adalah periode panen raya. Jika panen lancar, terbuka luas kemungkinan ekspor beras sebesar 1 juta ton.

Amran menilai peran wartawan sebagai elemen strategis dalam mengawal pembangunan nasional, khususnya di bidang pertanian. Makanya ia memuji kegiatan retreat PWI sebagai langkah penting dalam memperkuat kapasitas dan wawasan kebangsaan insan pers.

Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran media yang menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan media tetap berorientasi pada perbaikan, bukan menjurus fitnah atau konflik horisontal.

“Demokrasi membutuhkan pers yang kuat dan berintegritas," pria asal Sulawesi Selatan itu menegaskan. "Kritik itu penting, tapi harus konstruktif."

Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa cita-cita Indonesia menjadi negara maju bahkan kekuatan global hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam konteks itu, wartawan dinilai berperan besar dalam membangun optimisme publik melalui informasi yang akurat dan berimbang.

Menurutnya, hasil pembangunan yang dirasakan hari ini merupakan kerja kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk pers. Menutup pernyataannya, Amran mengajak insan pers untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah melalui pemberitaan yang edukatif dan berorientasi pada kepentingan bangsa.(*)

Hide Ads Show Ads