Korban Longsor Cisarua Bertambah, Total 64 Orang Meninggal Dunia
Cisarua: Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang menerjang Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali bertambah. Memasuki hari kedelapan operasi pencarian, total jenazah yang berhasil ditemukan kini mencapai 64 orang.
Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat yang diakses pada Sabtu, 31 Januari 2026 pukul 11.40 WIB, jumlah korban meninggal bertambah empat orang dibandingkan pembaruan sebelumnya. Sejak hari pertama pencarian, sebanyak 64 kantong jenazah telah dinyatakan meninggal dunia dan dievakuasi oleh tim gabungan.
Selain korban jiwa, bencana longsor ini juga menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat. Tercatat sebanyak 176.906 jiwa mengalami penderitaan atau terdampak langsung, sementara 2.939 orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Kerusakan infrastruktur permukiman pun cukup parah. Ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan, dengan rincian rusak berat berjumlah 123, rusak sedang sebanyak 228, dan rusak ringan sebanyak 425 unit. Selain itu, sejumlah 104.691 rumah juga tercatat terendam akibat dampak lanjutan dari bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
Meski korban meninggal terus bertambah, proses pencarian masih jauh dari selesai. Pembaruan dari Search Management Cell (SMC) dan tim DVI Polri menunjukkan jumlah warga yang dilaporkan hilang melonjak menjadi 158 orang dari 35 kepala keluarga, meningkat signifikan dibanding laporan awal yang mencatat 113 korban.
Hingga kini, masih terdapat 20 orang yang menjadi prioritas utama pencarian tim SAR di lapangan.
Diwartakan sebelumnya, mengingat masih banyaknya korban yang belum ditemukan, otoritas terkait memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan selama tujuh hari ke depan. Kebijakan ini sejalan dengan penetapan status tanggap darurat selama 14 hari oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan operasi SAR akan terus dilakukan selama peluang menemukan korban masih terbuka.
"Operasi akan terus berlanjut selama masih ada harapan untuk menemukan korban. Kami memohon doa agar cuaca tetap bersahabat sehingga sisa korban dapat segera ditemukan," kata Syafii.(*)
