Menag Apresiasi Kematangan NU di Harlah 100 Tahun
Jakarta : Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pesantren besar yang matang sebagai organisasi. Pernyataan itu disampaikannya dalam khutbah puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) 100 tahun masehi NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
![]() |
| Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan khutbah pada puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) 100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026 (Foto: Tangkapan Layar Youtube/TV NU) |
Menurutnya, perjalanan 100 tahun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bukan waktu yang pendek. Tetapi, NU sudah menunjukkan kematangannya dalam sebuah organisasi.
“PBNU menunjukkan kematangannya sebagai sebuah organisasi. Pesantren, saya sering mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama itu sesungguhnya adalah pesantren besar," kata Rais Syuriyah itu dalam khutbahnya.
Ia mengatakan, pondok pesantren NU diwarnai berbagai dinamika akademik dan keilmuan dalam perjalanan mereka. “Di dalam pondok pesantren itu penuh dengan dinamika,tetapi pondok pesantren ini tidak bisa dipisahkan dengan Nahdlatul Ulama,” kata Nasaruddin.
Menurutnya, sangat lumrah jika pesantren sebesar NU diwarnai berbagai dinamika. Ia menekankan hal ini menunjukkan kematangan organisasi PBNU.
“Di dalam pondok pesantren itu penuh dengan dinamika dan pembahasan madzhab, kadang sangat panas diskusinya. Tetapi pondok pesantren ini tidak bisa dipisahkan dengan Nahdlatul Ulama karena pondok pesantren itu adalah NU besar,” ucapnya.
Nasaruddin menekankan akhlak santri yang senantiasa menghormati kiai. Meski berbeda pendapat, santri tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah dan kehormatan guru.
NU, lanjut dia, merupakan keluarga besar yang mampu merangkul semua pihak. “Di dalam NU, tidak ada orang lain, bahkan orang lain pun menjadi orang dalam dalam lingkungan Nahdlatul Ulama,” katanya.
Untuk itu, konsistensi NU penting dalam mengusung moderasi beragama. Sekaligus, menegaskan NU harus tetap menjadi penengah.
“Nahdlatul Ulama tidak akan pernah menyamakan sesuatu yang berbeda dan tidak akan pernah membedakan sesuatu yang sama. Itulah moderasi yang dipegang oleh Nahdlatul Ulama,” ucap Menteri Nasaruddin.(*)
