Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Mengawali Tahun 2026, Rupiah Dibuka Melemah

Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di awal perdagangan tahun 2026. Rupiah melemah sejak pembukaan perdagangan pagi hari hingga jelang jeda Jumst (2/1/2025) siang.

Foto ilustrasi: Uang Rupiah dan Dolar

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.30 rupiah turun 0,22 persen atau 36 poin ke posisi Rp16.723 per dolar AS. Sementara, indeks dolar AS berada di level 98,16.

Pelemahan rupiah sesuai dengan perkiraan para analis. "Hari ini, kemungkinan rupiah akan terdepresiasi ke level Rp16.750 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Fikri C.Permana dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, ada sejumlah faktor eksternal dan domestik yang dapat mendorong pelemahan rupiah. Diantaranya sikap pelaku pasar yang menghindari risiko (risk off) karena kondisi global.

Tensi geopolitik seperti serangan AS ke Venezuela membuat ketidakpastian semakin tinggi. Sementara konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas, ditambah ancaman Israel terhadap Iran menambah potensi kisruh di Timur Tengah.

Dari sisi ekonomi, pelaku pasar menunggu rilis indeks manufaktur (PMI Manufacturing) sejumlah negara oleh S&P Global. Termasuk indeks manufaktur Indonesia dan Amerika Serikat.

Di dalam negeri, pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik. Diantaranya data neraca perdagangan dan data inflasi yang akan diumumkan Senin, pekan depan.(*)

Hide Ads Show Ads