Menkeu Purbaya Tegaskan Kepada Pejabat Baru Jangan Main-main
Jakarta ; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan agar para pejabat baru tidak bertindak 'maiin-main' dalam menjalankan tugas. Peringatan Purbaya ini dikemukakan saat melantik 36 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian Keuangan, Rabu 28 Januari 2026.
Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau (JPT) Pratama adalah posisi struktural di pemerintahan eselon II setara dengan kepala biro, direktur dsb. Tugas JPT Pratama memimpin sebuah unit kerja dengan masa jabatan maksimal 5 tahun.
"Di posisi Anda yang baru, akan dipantau dengan ketat. Kalau ada hal yang mengecewakan, jangan main-main," kata Purbaya.
Menkeu menegaskan dirinya tidak segan untuk "mengatur ulang lagi," kedudukan para pejabat baru itu. "Kalau saya ngomong sekali, jangan dianggap saya lupa, saya akan ingat terus," ucapnya.
Menkeu mencontohkan, kalau ia minta Balpres diproses sampai ke pemainnya, harus dilaksanakan. Purbaya mengatakan dirinya tahu ada yang tidak suka atau bahkan terlibat.
Balpres adalah singkatan dari "bal pakaian press", yaitu pakaian bekas impor yang dikemas dalam bentuk karung besar (bal) sekitar 100kg, Balpres merupakan komoditas ilegal yang dilarang di Indonesia karena merugikan industri tekstil dalam negeri.
"Saya tidak perlu periksa. Tapi kalau ada indikator seperti itu, Anda harus hati-hati," ujar Menkeu tegas. Ia juga mengingatkan bahwa ruang fiskal tahun 2026 ini semakin kecil, namun pertumbuhan ekonomi harus lebih tinggi.
Untuk itu, belanja fiskal harus lebih ekspansif. "Anda semua harus berjuang lebih keras dan memastikan pengumpulan pajak, bea dan cukai optimal," ucap Menkeu lagi.
Uang fiskal yang terbatas, lanjutnya, harus dikelola hati-hati karena kalau salah sedikit dampaknya akan terasa. Tahun 2025, penerimaan negara belum mencapai target sedangkan belanja negara harus jalan terus untuk menopang program prioritas pemerintah.
"Pertumbuhan ekonomi sekarang 5 persen, kita anggap cukup stabil, tapi belum cukup untuk menyerap tenaga kerja. Jadi kita harus dorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi," ujar Menkeu Purbaya.
Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, Menkeu menekankan pentingnya mendorong permintaan dalam negeri. Di samping itu, menjaga pasar dalam negeri dari barang-barang ilegal yang masuk dari luar negeri.
Untuk itu, ujung tombaknya adalah Bea dan Cukai yang menjadi garda terdepan menjaga pasar dalam negeri. Serta menjaga pasar dari persaingan tidak fair perusahaan-perusahaan yang ada di luar negeri.
Menkeu Purbaya juga mengatakan, acara pelantikan bukan acara seremoni semata. Tapi harus dimaknai bahwa tugas negara dan kepercayaan publik dititipkan di pundak para pejabat negara.
"Anda akan dimintai pertanggungjawaban dalam hal kepemimpinan, etika dan kinerja. Kalau kita ingin menjadi negara maju, kita tidak boleh puas dengan kondisi saat ini saja," kata Menkeu lagi
Para pejabat baru yang dilantik antara lain dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Kekayaan Negara. Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Sekretariat Jenderal.(*)
