Normalisasi Ciliwung Diklaim Tekan Banjir Jakarta 40 Persen
Jakarta: Normalisasi Sungai Ciliwung disebut mampu menekan risiko banjir di ibu kota hingga 40 persen. Untuk itu Pemprov DKI Jakarta kembali melanjutkan normalisasi sungai setelah sempat terhenti pada 2017.
![]() |
| Alat berat escavator milik Pemprov DKI Jakarta disiagakan, untuk melakukan pengerukan lumpur di Sungai Ciliwung. (Foto: Humas DPRD DKI Jakarta) |
“Kalau kita bisa mengendalikan Ciliwung, maka kita bisa menyelesaikan persoalan DAS (daerah aliran sungai) Ciliwung sebesar 40 persen di DAS Ciliwung,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Ika menjelaskan Sungai Ciliwung mengalir dari hulu di kawasan Bogor menuju Jakarta. Sepanjang alirannya, terdapat 13 aliran anak sungai atau cabang sungai yang bermuara ke Ciliwung.
Setiap aliran tersebut membawa air hujan atau aliran dari daerah hulu ke Ciliwung. Akibatnya, Ciliwung menjadi sungai kunci dalam sistem pengendalian banjir di Jakarta.
“Jika Ciliwung berada dalam kondisi siaga, misalnya debit air tinggi akibat hujan deras, maka lima wilayah Jakarta akan ikut terdampak banjir,” ujar Ika. Lebih lanjut Ika menjelaskan, proyek normalisasi Sungai Ciliwung terbagi menjadi dua segmen.
Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono dengan panjang sungai sekitar 7,01 kilometer. Pada segmen tersebut, direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer, dengan realisasi hingga saat ini mencapai sekitar 8,24 kilometer.
Sementara itu, segmen kedua membentang dari Jalan MT Haryono hingga Jalan TB Simatupang dengan panjang sungai sekitar 12,89 kilometer. Pada segmen tersebut direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 18,70 kilometer dengan realisasi sekitar 8,90 kilometer.
Secara keseluruhan, dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer.Saat ini telah terealisasi sekitar 17,14 kilometer.(*)
