Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pelemahan Rupiah Berlanjut Dipicu Pengumuman Goldman Sachs

Jakarta : Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup 0,20 persen atau 33 poin menjadi Rp16.755 per dolar AS.

Ilustrasi. Tumpukan uang logam dan lembaran uang rupiah (Foto:Dokumentasi Bank Indonesia)

Sejumlah faktor ekternal dan internal membuat rupiah melemah hari ini. Salah satunya pengumuman Goldman Sachs Group Inc yang menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight.

“Goldman memperingatkan, kekhawatiran MSCI terkait kelayakan investasi dapat memicu arus keluar modal asing hingga USD13 miliar,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Kamis, 29 Januari 2025. MSCI kemungkinan akan menurunkan peringkat pasar modal Indonesia dari emerging market ke frontier market.

Kondisi ini memberikan sentimen negatif pada pelaku pasar. Apalagi Indeks Harga Saham Gabungan masih bergerak di zona merah hingga hari ini.

Dari faktor eksternal, tensi geopolitik masih mendominasi pertimbangan investor di pasar keuangan. Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan wacana untuk menyerang Iran secara militer.

Trump menggunakan dalih program nuklir dan produksi rudal Iran sebagai alasan untuk berkonfrontasi. “Trump dalam unggahan di media sosialnya menyebutka, Iran harus mencapai kesepakatan yang ‘adil dan setara, dengan Washington,”ujar Ibrahim.

Untuk itu, Trump memaksa Iran untuk menghentikan program nuklirnya. Sementara Iran menolak tekanan AS tersebut.

Ibrahim menilai, tindakan AS lebih lanjut terhadap Iran dapat meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Iran sendiri bersumpah akan melakukan pembalasan yang keras apabila AS melakukan serangan.

Di sisi lain, pasar juga mendapatkan sentimen negatif dari keputusan the Fed mempertahankan suku bunga. Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan, kebijakan moneter tetap mengacu pada data ekonomi.(*)

Hide Ads Show Ads