Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Imbas Gonjang Ganjing IHSG

Jakarta : Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan hingga jeda perdagangan siang ini. Berdasarkan data Bloomberg, pukul 12.00 WIB rupiah turun 0,20 persen atau 34 poin menjadi Rp16.789 per dolar AS. 
Lembaran uang rupiah dari nilai nominal terbesar hingga terkecil (Foto: Dokumentasi Bank Indonesia)

Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup melema 0,20 persen atau 33 poin ke posisi Rp16.755 per dolar AS. Pelemahan rupiah hari ini sudah diprediksi oleh para analis Pasar keuangan karena berbagai faktor pemicunya.

"Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS oleh sentimen yang masih belum pulih di pasar ekuitas domestik," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Kamis 30 Januari 2026.

Seperti diketahui, pasar ekuitas ambruk dua hari kemarin menyusul kebijakan MSCI. Rupiah masih melemah, meski indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah kembali hijau pagi tadi.

"Nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di rentang Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS," ucap Lukman. Sementara itu dolar AS hari ini menguat dibandingkan hari kemarin, ke posisi 96,46.

Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah. Menurutnya, kepercayaan pasar valuta asing masih tetap solid.

"Terutama didukung oleh dolar AS yang cenderung turun mendekati level 96. Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 10 tahun bertahan stabil di 6,37 persen, imbal hasil obligasi AS di level 4,24 persen," ujarnya.

Sehingga spread imbal hasil di dalam negeri terjaga di atas 210 basis poin (bps). Kondisi ini menopang minat investor asing terhadap aset berdenominasi rupiah.

"Secara keseluruhan, kami melihat stabilitas imbal hasil obligasi dan dukungan dari pelemahan dolar global. Selain itu, indikator risiko juga terkendali yang mengindikasikan stabilitas rupiah dalam jangka pendek," kata Rully menutup analisisnya.(*)

Hide Ads Show Ads