Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pemerintah Patok Harga Gabah Rp6.500 Per Kilogram

Karawang : Pemerintah secara resmi menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah tetap berada di angka Rp6.500 per kilogram guna mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2026. (14/1/26).
Foto ilustrasi

Keputusan ini diambil di tengah upaya ambisius negara untuk menyerap hasil tani dalam skala besar guna menjaga stabilitas pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menegaskan bahwa tidak ada perubahan nilai dalam skema harga penyerapan gabah tahun ini. Amran memastikan bahwa regulasi harga masih mengacu pada ketetapan sebelumnya demi menjaga keseimbangan di tingkat produsen maupun konsumen.

"Singkat saja, iya. Masih sama (Rp6.500)," ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian Senin 14 Januari 2026.

Mengejar Rekor Baru Stok Pangan

Langkah penetapan harga ini berjalan beriringan dengan target penyerapan gabah dan beras yang cukup tinggi. Pemerintah mematok angka 4 juta ton setara beras untuk diamankan oleh Perum Bulog sepanjang tahun 2026. 

Target ini merupakan hasil sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Bulog.

Amran mengindikasikan bahwa pencapaian target tersebut akan menjadi tonggak sejarah baru bagi tata kelola pangan di Indonesia. 

"Jika ini tercapai, ada sejarah baru bagi Indonesia nanti. Namun, detailnya akan kami sampaikan pada saat yang tepat," tambahnya.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman

Optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Berdasarkan data pemantauan lapangan, terdapat peningkatan signifikan pada luas lahan tanam pada periode kuartal terakhir tahun lalu. 

Amran mencatat penambahan luas pertanaman hingga 500 ribu hektare dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kondisi ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan volume produksi nasional, dengan catatan kondisi cuaca dan faktor eksternal lainnya tetap kondusif.

"Insyaallah produksi tahun ini lebih besar daripada tahun lalu, selama tidak ada bencana atau hambatan berarti," jelas Amran.

Sinergi Lintas Lembaga

Menutup keterangannya, Mentan menekankan pentingnya kolaborasi solid antara pemangku kepentingan. 

Ia menyatakan kepercayaan penuh terhadap jajaran Direksi Bulog untuk mengeksekusi penyerapan gabah dari petani secara maksimal di seluruh wilayah Indonesia.

Integrasi antara ketersediaan lahan, kepastian harga, dan kesiapan serapan oleh Bulog dipandang sebagai strategi kunci agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.(*)

Hide Ads Show Ads