Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Presiden Prabowo: Misi Hidup Saya Hapus Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

Swiss:;Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi misi utama dalam kepemimpinannya. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.
Presiden Prabowo: Misi Hidup Saya Hapus Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

Dalam pidatonya, ia menyebut tidak ada kehormatan yang lebih besar dalam hidupnya selain menurunkan angka kemiskinan dan memberantas kelaparan di Indonesia.

"Di sisa tahun-tahun hidup saya, tidak ada yang lebih terhormat dan lebih memuaskan daripada menurunkan angka kemiskinan dan memberantas kelaparan," kata Prabowo, dikutip dari Tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 22 Januari 2026.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan kemiskinan ekstrem di Indonesia saat ini sudah berada pada tingkat terendah sepanjang sejarah.

Namun, ia menegaskan pemerintahannya tidak akan berhenti sampai benar-benar mampu menghapus kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka kemiskinan secara keseluruhan.

Ia menilai lingkaran kemiskinan yang selama ini terjadi di negara-negara berkembang harus diputus secara sistematis, terutama melalui investasi besar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

"Anak dari keluarga petani miskin tidak boleh selamanya menjadi petani miskin. Anak pengumpul sampah tidak boleh tetap menjadi pengumpul sampah. Inilah lingkaran kemiskinan yang harus kita putus," tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah program sosial berskala nasional, mulai dari Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, balita, hingga seluruh anak Indonesia, pemeriksaan kesehatan gratis seumur hidup, hingga pembangunan ratusan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga termiskin.

Presiden Prabowo menyebut hingga saat ini pemerintah telah membangun 166 sekolah berasrama untuk masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah, dan menargetkan total 500 sekolah serupa guna membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak miskin.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari seberapa besar negara mampu membuat rakyat miskin dan lemah memiliki harapan.

"Jika rakyat miskin bisa tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka melihat masa depan. Itu berarti mata pencaharian mereka telah membaik," ujarnya.

Di hadapan forum elite dunia tersebut, Presiden Prabowo juga mengungkap hasil survei Gallup dan Universitas Harvard yang menyebut rakyat Indonesia sebagai salah satu bangsa paling bahagia dan optimistis di dunia. Namun, ia mengakui masih banyak warganya yang hidup dalam keterbatasan.

"Banyak rakyat saya tinggal di gubuk, tidak punya air bersih, tidak punya kamar mandi, bahkan makan nasi hanya dengan garam. Namun, mereka tetap tersenyum. Mereka tetap memiliki harapan," ucapnya.(*)

Hide Ads Show Ads