Ribuan Warga Bogor Barat, Tuntut Kompensasi Penutupan Galian Tambang
Bogor : Ribuan warga yang mengatasnamakan aliansi masyarakat tiga Kecamatan wilayah Bogor Barat (Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang), melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026).
![]() |
| Bupati Bogor (kiri coklat) tenangkan massa dan pastikan anggaran pembebasan jalan tambang dan bansos tambang dapat segera dicairkan segera. |
Mereka menuntut kompensasi penutupan galian di wilayah itu, yang sebagian diantaranya sudah menerima secara simbolis, yang dihadiri langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(14/1/26).
Tercatat ada sekitar 9.000 warga telah menerima kompensasi sebesar Rp3 juta di Cibinong, pada awal hingga akhir November 2025 secara bertahap. Dalam aksinya, mereka memblokade jalan dan membakar ban mengepung kantor Camat Cigudeg menuntut kompensasi penutupan tambang dari Gubernur Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut Bupati Bogor Rudy Susmanto, sempat menenangkan massa yang mulai anarkis melempari batu ke arah kantor Kecamatan Cigudeg.
"Untuk pembangunan jalur khusus tambang sudah kami siapkan anggaran pembebasannya tahun ini juga, nanti setelah bansos tambang cair kita akan kembali mempertemukan pengusaha transportasi dan pemilik tambang jadi semuanyabharap tenang," ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto, Senin (12/1/2026).
Ribuan massa itu merasa mendapatkan janji palsu Gubernur Jabar. Aksi unjuk rasa ini sempat berujung ricuh, sejumlah fasilitas kantor kecamatan rusak akibat lemparan batu.
Tak hanya itu, massa juga memblokade akses jalan nasional Jalan Raya Cigudeg. Blokade menggunakan badan truk di tengah jalan.
“Janji bantuan dari KDM sebesar Rp3 juta untuk tiga bulan bulan belum terealisasi, sementara aktivitas pertambangan telah ditutup lebih dari tiga bulan, masyarakat sudah masuk ke provinsi melalui BPMD. Warga bahkan sudah keluar modal, beli materai. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata salah seorang kordinator Asep.
Warga juga mendesak dibukanya kembali aktivitas pertambangan di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin yang dianggap sebagai penggerak utama roda ekonomi masyarakat.(*)
