Sentimen 'Sell America' Dorong Penguatan Rupiah
Jakarta : Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 13.00 WIB rupiah naik 0,43 persen atau 71 poin menjadi Rp16.696 per dolar AS
Sedangkan indeks dolar berada di level 96,13 atau turun 0,08 persen dibandingkan level sebelumnya. "Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah cukup tajam," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurutnya, indeks dolar AS mencapai level terendah dalam hampir empat tahun ini. Pelemahan dolar AS terjadi di tengah sentimen "Sell America" yang berkelanjutan akibat ketegangan geopolitik dan ancaman tarif Trump.
Pelaku pasar cenderung menghindari risiko (risk off) yang membuat mata uang dolar AS tertekan cukup dalam. Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.650-16.800 per dolar AS.
Di dalam negeri, pasar mencermati pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terkait prospek suku bunga. Perry mengatakan, terbuka ruang penurunan suku bunga lebih lanjut di tengah kebijakan makroprudensial yang tetap pro pertumbuhan (pro-growth).
"Hal itu untuk lebih mendorong transmisi penurunan suku bunga kredit, dengan fokus jangka pendek pada stabilisasi Rupiah," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto
Menurutnya, dengan BI Rate saat ini di 4,75 persen, BI kemungkinan menurunkan suku bunga dua kali di tahun ini. "Masing - masing sebesar 25 basis poin, sehingga BI Rate berpotensi berada di level 4,25 perse pada akhir 2026," ujar Rully (*).
