Terjadi Kejutan, Nasib IHSG Setelah BEI Sempat Lakukan 'Trading Halt'
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mengambil tindakan 'trading halt' menyusul anjloknya IHSG. 'Trading halt' sendiri adalah tindakan pembekuan sementara perdagangan dalam sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia.
Penghentian, sementara perdagangan dilakukan pada pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Namun perdagangan dilanjutkan lagi pada pukul 14:13:13 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
Sesuai aturan yang berlaku, perdagangan harus dihentikan jika terjadi penurunan IHSG sebesar 8 persen dalam setengah jam. "Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 8 persen siang ini," kata BEI dalam surat pemberitahuan 'trading halt', Rabu, 28 Januari 2026.
Dalam surat pemberitahuan disebutkan, BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien. Tindakan ini sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, dan diatur lebih lanjut dalam Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
Dari pantauan di RTI Business, IHSG sudah turun 8,56 persen saat masuk sesi kedua perdagangan. IHSG semakin turun ke level 8.206
Tim Analis Phintraco Sekuritas mencatat pelemahan terjadi hampir di seluruh sektor di sesi pertama perdagangan. Sektor yang melemah signifikan adalah sektor infrastruktur (-10,19 persen), energi (-9,68 persen), dan bahan baku (-7,80 persen).
"Melemahnya IHSG secara intraday ini sejalan dengan respons negatif pasar terhadap kebijakan MSCI. Di mana MSCI membekukan sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia," ujar Tim Phintraco.
MSCI juga menahan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan penundaan penambahan hingga kenaikan saham ke dalam indeks MSCI. "Kami memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 8.310-8.350 pada sesi kedua perdagangan hari ini," ucap Tim Phintraco.(*)
