The Fed Pertahankan Suku Bunga per Januari 2026
Jakarta : Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75 persen. Ini merupakan hasil rapat Federal Opening Market Committee (FOMC) untuk Januari 2026, semacam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga disebut sesuai perkiraan pasar. "Komite memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga," kata Ketua The Fed Jerome Powell, Kamis 29 Januari 2026 WIB.
Meski begitu, dua anggota Komite yaitu Gubernur Christopher Waller dan Stephen Miran menampaikan pendapat yang berbeda. Menurut mereka, suku bunga harusnya turun 25 basis poin pada bulan ini.
Powell mengatakan tingkat pengangguran dan target inflasi 2 persen menjadi pertimbangan untuk mempertahankan suku bunga. Menurut dia, tingkat pengangguran hingga Januari 2026 tidak banyak berubah, lapangan kerja relatif rendah, dan inflasi cenderung naik.
Tingkat pengangguran di AS per Desember 2025 tercatat mencapai 4,4 persen. Perekrutan tenaga kerja non-pertanian masih lemah, rata-rata 22.000 dalam tiga bulan terakhir.
Menurut Powell, tingkat inflasi sudah turun signifikan sejak pertengah 2022, tetapi masih lebih tinggi dari target 2 persen. @Ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen yang naik menjadi 2,9 persen hingga Desember 2025," ujarnya.
Sedangkan inflasi inti relatif masih tinggi yaitu sebesar 3 persen. "Mandat The Fed dalam kebijakan moneter tetap pada upaya mendorong penyerapan tenaga kerja dan stabilitas harga barang," ucap Powell.
Di sisi lain, The Fed menilai aktivitas perekonomian tetap solid. Hal ini ditopang resiliensi tingkat konsumsi masyarakat, aktivitas bisnis, dan investasi di level ekspansi.
Keputusan The Fed ini bertolak belakang dengan keinginan Presiden AS, Donald Trump, yang menghendaki pemangkasan suku bunga. Hal ini pada gilirannya menjadi pemicu ketegangan antara The Fed dan Presiden Trump.(*)
