Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Walkot Tangsel Kutuk Guru Asusila 16 Siswa

Tangerang : Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mengecam keras dugaan tindakan asusila yang dilakukan oknum guru di wilayahnya. Terlebih lagi, para korban adalah 16 siswanya pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kawasan Serpong.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie memberikan keterangan kepada awak media soal kasus oknum guru SDN di Serpong diduga berbuat asusila denga 16 siswanya menjadi korban, Selasa 20 Januari 2026.

Benyamin mengatakan tindakan tersebut adalah pengkhianatan terhadap dunia pendidikan dan tidak bisa ditoleransi dengan alasan apapun. Selain itu dirinya memastikan mengambil langkah tanpa kompromi terhadap oknum guru tersebut.

Menurutnya, selain proses pidana, sanksi administratif berat telah menanti pelaku. "Saya mengutuk keras tindakan ini, karena ini adalah perbuatan yang sangat keji dilakukan di lingkungan pendidikan," ujarnya, Selasa, 20 Januari 2026.

"Saya sudah instruksikan untuk memberikan sanksi paling tegas sesuai aturan kepegawaian. Kita pastikan yang bersangkutan tidak lagi memiliki tempat di lingkungan sekolah kita," kata Benyamin.

Ia juga menegaskan Pemkot Tangsel mendukung penuh langkah kepolisian untuk menyeret pelaku ke meja hijau. "Kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum, kasus ini diproses seadil-adilnya dan akan kawal sampai tuntas agar para korban mendapatkan keadilan yang layak," ucapnya.

Benyamin pun mengeluarkan instruksi khusus kepada Dinas Pendidikan Kota Tangsel untuk segera melakukan langkah preventif dan evaluasi menyeluruh. Ia meminta agar tidak ada lagi ruang gelap di sekolah yang luput dari pengawasan.

"Saya instruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengaudit sistem pengawasan di seluruh sekolah. Pastikan setiap sudut sekolah terpantau dan tidak ada celah bagi oknum untuk melakukan tindakan menyimpang," kata dia.

Benyamin berjanji bakal mengevaluasi berkala terhadap rekam jejak dan perilaku tenaga pendidik yang ada di wilayahnya. Selain pengawasan fisik, ia juga meminta Dinas Pendidikan untuk memperkuat pembekalan moral dan integritas bagi para guru.

"Dinas Pendidikan harus memastikan bahwa guru bukan hanya sekadar pengajar, tapi benar-benar menjadi pelindung. Saya tidak mau lagi mendengar ada laporan terlambat atau ditutup-tutupi, jika ada indikasi, langsung tindak dan laporkan," ujarnya.

Tak hanya itu, Benyamin menjamin negara hadir untuk memulihkan kondisi psikis anak-anak yang terdampak. Hal itu melalui pendampingan intensif dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Tangsel.

"Fokus kami adalah masa depan anak-anak. UPTD PPA akan mendampingi secara berkala, termasuk mengawal proses hukum agar anak-anak tetap merasa terlindungi selama proses ini berjalan," kata Benyamin.

Dia juga menutup pernyataannya dengan mengajak orang tua untuk lebih proaktif dalam menjalin komunikasi dengan anak-anak mereka di rumah. "Komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua dan sekolah adalah kunci agar segala bentuk penyimpangan bisa kita deteksi dan cegah sedini mungkin," ucap Benyamin.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan mengatakan pihaknya telah meringkus oknum guru terduga pelaku asusila. Korbannya sebanyak 16 siswa Sekolah Dasar Negeri di Serpong

Pelaku, kata Wira, berinisial YP (54) yang merupakan oknum guru sekaligus wali kelas di SDN tersebut. "Kita terima laporan, selanjutnya kami lakukan pemeriksaan secara berkala dan sudah kuta amankan pelakunya," kata Wira.

Wira menyebut YP ditangkap di kediamannya di wilayah Kecamatan Ciputat serta langsung dibawa ke Polres Tangsel. "Pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan akan menjalani penyelidikan," ujarnya.(*)

Hide Ads Show Ads