Yusril: ASN Tidak Boleh Kalah dari Pekerja Swasta
Jakarta : Aparatur sipil negara (ASN) diminta untuk tidak kalah dari pegawai swasta yang bekerja sangat cepat dan sistematik. Demikian diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, Kamis 29 Januari 2026.
![]() |
| Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, pada sebuah kegiatan (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas) |
Menurut dia, dibandingkan dengan birokrasi pemerintah, kinerja sektor swasta dinilai lebih sigap dan sistematis. "Kadang-kadang ada kecenderungan bekerja lambat dan tidak teliti, karena membuat surat saja baru selesai setelah berhari-hari," ucapnya.
Karena itu, Yusril menekankan pentingnya inisiatif individu tanpa harus selalu menunggu arahan atasan selama tetap sesuai aturan hukum. "Kita tidak boleh kalah dengan pekerja swasta yang bekerja sangat cepat dan sistematik dengan menghindari kesalahan sekecil apapun," ujarnya.
Advertisement
Menko meminta segera selesaikan hal-hal sederhana dan jangan mesti minta arahan terus. "Semua harus punya inisiatif sendiri sesuai pedoman hukum dan perundang-undangan," katanya.
Menurut Yusril, penguatan integritas menjadi langkah awal membangun birokrasi yang profesional, jujur, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. "Pencanangan zona integritas menjadi fondasi memperbaiki birokrasi yang diperkuat komitmen pimpinan hingga jajaran paling bawah," ucapnya.
Advertisement
Menko meminta pelayanan publik harus semakin meningkat, lebih cepat, transparan, dan prima bagi masyarakat. "Karena itu seluruh pegawai pemerintahan harus bekerja dengan disiplin tinggi, cepat, dan penuh ketelitian," katanya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan zona integritas harus menjadi gerakan bersama seluruh unit kerja. Menurut dia, reformasi birokrasi harus dimulai dari unit-unit kecil yang mampu menjaga integritas.
"Satu unit berintegritas saja tidak cukup, harus ditularkan kepada yang lain," ujarnya. Jika sudah ada yang meraih predikat WBK atau WBBK, lanjut Rini, itu harus menjadi inspirasi instansi lainnya(*).
