10.061 KK Terdampak Banjir Grobogan
Grobogan : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun Kamis, 19 Februari hingga Jumat, 20 Februari 2026 pukul 7.00 WIB.
Laporan yang dihimpun masih didominasi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Salah satu pengkinian data terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Banjir yang melanda wilayah tersebut berdampak pada 10.061 kepala keluarga. Sebanyak 9.736 unit rumah dilaporkan terendam.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai 16 Februari hingga 22 Februari 2026. Hingga laporan terakhir, banjir masih menggenangi dua kecamatan, yakni Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong.
Melihat masifnya rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan terhadap potensi ancaman bencana, khususnya hidrometeorologi basah.
Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.
Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, masyarakat diimbau melakukan evakuasi mandiri serta memastikan telah mengetahui jalur evakuasi yang aman.(*)


