Banjir Tangerang, Ratusan Terisolasi dan Ribuan KK Mengungsi
Tangerang : Sebanyak 118 Kepala Keluarga (KK) di Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang masih terisolasi. Sedangkan 4.352 KK lainnya masih mengungsi akibat banjir yang melanda sejak awal Januari 2026.
Camat Mekar Baru, Iman Bahlawi mengatakan luapan anak Sungai Cidurian menggenangi permukiman warga serta jalan lingkungan di Desa Jenggot dan Desa Kedaung. Banjir diwilayahnya berdampak terhadap 2.029 warga dan 118 KK hingga masih terisolasi dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter.
"Ada 118 KK yang terisolasi banjir dengan ketinggian air 90 sentimeter. Untuk hari ini, situasinya masih tetap sama," ucapnya, Kamis 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan proses evakuasi yang terisolasi mengalami kendala karena lokasi rumah warga berada didekat aliran anak Sungai Cidurian serta area persawahan yang turut terendam banjir. "Posisi rumahnya itu dekat aliran sungai dan disampingnya itu sawah, itu kendala kami," ucap Iman.
Iman mengungkapkan saat ini sekitar 80 warga telah mengungsi ke SDN Jenggati yang difungsikan sebagai posko pengungsian sementara. Meski belum seluruh warga dapat dievakuasi, pihaknya bakal terus menyalurkan bantuan kebutuhan mendasar yang dibutuhkan para korban banjir.
"Kebutuhan dasar untuk yang terisolasi ini hampir tiap hari dikirim sembako dari sini karena mereka butuh makan. Disamping itu, banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Mekar Baru disebabkan pendangkalan anak Sungai Cidurian yang tidak mampu menampung debit air," kata dia.
Imam menuturkan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berencana melakukan pembenahan aliran sungai tersebut sebagai solusi jangka panjang. "Pak Bupati sudah berjanji bahwa pada 2026 akan dilakukan pembenahan," ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mencatat, sebanyak 4.352 KK masih berada dipengungsian, baik di posko darurat maupun di rumah kerabat. Mereka tersebar di 17 desa pada empat kecamatan yang hingga kini masih tergenang banjir.
Taufik mengaku genangan banjir saat ini tersisa di Kecamatan Mekar Baru, Kronjo, Kresek dan Gunung Kaler. Kemudian dengan ketinggian air berkisar antara 30-50 sentimeter.
"Dari total 27 kecamatan yang sebelumnya terdampak banjir, saat ini tinggal empat kecamatan saja yang masih tergenang. Wilayah lainnya sudah surut," kata Taufik.
Meski wilayah terdampak menyempit, sambung Taufik, ribuan warga belum kembali ke rumah karena kondisi lingkungan yang masih belum aman untuk dihuni. Menurut dia, banjir yang melanda Kabupaten Tangerang kali ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama serta meluapnya Sungai Cidurian dan Sungai Cimanceuri.
"Faktor utamanya curah hujan tinggi dan luapan sungai. Kami berharap dalam waktu dekat air bisa segera surut sepenuhnya," ujar Taufik.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan logistik kepada sekitar 13.000 KK selama masa tanggap darurat banjir. "Semoga semuanya segera surut," kata Taufik.(*)
