Dirut BRI Perkuat Dukungan Pembiayaan Rumah Subsidi
Jakarta : Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi menegaskan komitmen BRI dalam mendukung pembiayaan rumah subsidi. Ia menyebut BRI akan terus hadir melayani masyarakat kecil atau berpenghasilan rendah.
“Sebagai bank rakyat Indonesia, kami berkomitmen untuk hadir melayani masyarakat berpenghasilan rendah. Termasuk melalui program KUR dan pembiayaan rumah subsidi,” kata Hery di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Pada tahun 2025, BRI mencatat penyaluran pembiayaan rumah subsidi mencapai lebih dari Rp16 triliun. Hery menyebut realisasi tersebut meningkat hingga 100 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk 2026, pemerintah kembali menaikkan target penyaluran rumah bersubsidi. Hery mengatakan BRI siap menjalankan mandat tersebut dengan dukungan jaringan lebih dari 7.500 kantor cabang di seluruh Indonesia.
“Dengan kemampuan distribution yang besar ini kami dengan senang hati akan membantu untuk menyalurkan program-program pemerintah. Kita tahu salah satu program unggulan yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo pada masa pemerintahannya yakni tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ucapnya.
Selain pembiayaan perumahan, BRI juga mengintegrasikan dukungan ekonomi melalui program PNM Mekaar. Program tersebut ditujukan bagi ibu-ibu pelaku usaha ultra mikro agar memiliki sumber penghasilan berkelanjutan setelah memiliki rumah.
“Sehingga ibu-ibu yang tadi tergabung dalam Mekaar yang jumlahnya lebih dari 14 juta ini hidupnya lebih sejahtera. Jadi nanti kita akan bikin program bersama dengan Pak Menteri di mana kita menyambung ekosistem rumah bersubsidi,” ujar Direktur Utama itu.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi peningkatan signifikan penyaluran kredit rumah subsidi. Menurutnya dalam dua tahun terakhir, penyaluran rumah subsidi oleh BRI tercatat meningkat hingga 100 persen.
“Terima kasih kepada BRI, karena kontribusinya terhadap rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 ada sekitar 16.000 unit rumah yang dibiayai oleh BRI, dan tahun 2025 meningkat menjadi 32.000 unit, ini kenaikan terbesar,” kata Menteri Ara.
Ia menyebut capaian BRI itu mencerminkan komitmen dalam membantu MBR memperoleh hunian layak. Pembiayaan rumah subsidi menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani, nelayan, buruh, hingga pekerja sektor informal.(*)
