Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Duka Massal Selimuti Pemakaman Korban Islamabad

Islamabad:;Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Puluhan Korban Bom Masjid Dimakamkan 
Duka Massal Selimuti Pemakaman Korban Islamabad

Ribuan pelayat memenuhi jalanan dan area pemakaman di Islamabad pada Minggu 8 Februari 2026 untuk memberikan penghormatan terakhir kepada lebih dari 30 korban tewas dalam serangan bom bunuh diri di Masjid Khadija Tul Kubra. 

Isak tangis keluarga mewarnai prosesi pemakaman massal tersebut, di tengah tuntutan masyarakat agar pemerintah menjamin keamanan tempat ibadah.

Serangan yang terjadi saat salat Jumat 6 Februari 2026 di wilayah Tarlai Kalan itu tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas Syiah, tetapi juga memicu kekhawatiran nasional mengenai stabilitas keamanan di jantung ibu kota. 

Data pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa selain korban jiwa, terdapat 169 orang yang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.

Pesan Perdamaian di Tengah Tragedi

Dalam prosesi pemakaman tersebut, para tokoh agama menyerukan ketenangan dan persatuan guna menghindari terjebaknya masyarakat dalam lingkaran konflik sektarian yang diinginkan oleh kelompok militan.

Kelompok ISIL (ISIS) sebelumnya telah mengeklaim bertanggung jawab atas aksi keji ini melalui kanal propaganda mereka.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa pihak berwenang terus berupaya mengungkap jaringan di balik pelaku. Ia mengungkapkan bahwa petugas keamanan di masjid sempat mencoba menghentikan tersangka sebelum ledakan terjadi.

Analisis Ancaman Sektarian

Pengamat keamanan dari Lahore, Manzar Zaidi kepada Al Jazeera menjelaskan , bahwa fokus serangan ini berbeda dengan insiden sebelumnya yang menargetkan institusi negara. 

Menurutnya, serangan ini dirancang khusus untuk memicu ketegangan antar-kelompok agama.

"Ini murni serangan sektarian. Kita harus waspada agar insiden ini tidak memicu reaksi berantai di wilayah sensitif seperti distrik Kurram yang memiliki sejarah gesekan serupa," ujar Zaidi dalam keterangannya.

 Investigasi Lintas Wilayah

Sementara itu, aparat keamanan melaporkan telah melakukan penangkapan di beberapa kota, termasuk Peshawar dan Karachi. 

Fokus investigasi saat ini adalah melacak jejak fasilitator yang memungkinkan pelaku menembus keamanan ibu kota.

Peningkatan aksi kekerasan di Pakistan sepanjang tahun 2025, yang mencatat kenaikan serangan sebesar 34 persen, menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Para analis memperingatkan bahwa tanpa langkah preventif di pusat-pusat perkotaan, pola serangan serupa dikhawatirkan akan terus berlanjut.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads