Dunia Bereaksi Atas Pembatalan Tarif Trump
![]() |
| Presiden Amerika Serikat Donald Trump Saat Konfrensi Pers Digedung putih Jumat 20 Februari 2026 (Foto:AFP News) |
AS: Putusan Mahkamah Agung AS memicu respons strategis dari Meksiko, Jerman, dan Kanada di tengah ketidakpastian perdagangan global.
Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sejumlah kebijakan tarif Presiden Donald Trump memicu gelombang respons dari mitra dagang utama Washington.
Meksiko, Jerman, hingga Kanada menyambut baik keputusan tersebut sebagai penguatan sistem hukum, meski tetap waspada terhadap potensi kebijakan proteksionisme baru di masa depan.
Meksiko Mengandalkan Perlindungan USMCA
Pemerintah Meksiko menyatakan sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap dampak pembatalan tarif umum sebesar 10% yang sebelumnya dicanangkan oleh Trump.
Menteri Ekonomi Meksiko, Marcelo Ebrard, menegaskan bahwa pihaknya memantau langkah lanjut dari Washington untuk memitigasi efeknya terhadap ekonomi domestik.
"Langkah pertama adalah mencermati kebijakan apa yang akan diambil guna menentukan pengaruhnya terhadap negara kami," ujar Ebrard dalam keterangannya kepada AFP, Sabtu 21 Februari 2026.
Ebrard menambahkan bahwa posisi Meksiko relatif lebih aman dibandingkan negara lain karena 85% ekspor mereka ke AS dilindungi oleh perjanjian United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA).
Situasi ini menjadi krusial mengingat ketiga negara anggota saat ini sedang berada dalam periode peninjauan ulang perjanjian yang dijadwalkan berakhir pada Juli mendatang.
Jerman: Sinyal Penguatan Pemisahan Kekuasaan
Dari Berlin, komunitas industri Jerman menyambut putusan tersebut sebagai kemenangan bagi perdagangan berbasis aturan. Bundesverband der Deutschen Industrie (BDI) menilai langkah hukum ini merupakan bukti vitalitas sistem hukum di Amerika Serikat.
"Putusan ini adalah bukti nyata bahwa prinsip pemisahan kekuasaan di Amerika Serikat tetap berfungsi dengan baik," ungkap Wolfgang Niedermark, anggota dewan BDI.
Jerman, yang ekonomi nasionalnya sangat bergantung pada ekspor, telah merasakan tekanan signifikan akibat kebijakan tarif tersebut. Tercatat, angka ekspor Jerman ke Amerika Serikat merosot hampir 10% sepanjang tahun lalu.
Namun, BDI memperingatkan bahwa Washington kemungkinan besar akan mencari celah hukum lain untuk tetap menerapkan proteksi perdagangan.
Optimisme Terukur dari Kanada
Senada dengan mitra lainnya, Pemerintah Kanada menilai putusan Mahkamah Agung membuktikan bahwa tarif yang diberlakukan Trump tidak memiliki landasan yang kuat.
Meski demikian, Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Dominic LeBlanc, mengingatkan bahwa tarif spesifik pada sektor baja, aluminium, dan otomotif masih tetap berlaku dan menuntut perhatian khusus.
"Perusahaan yang terdampak masih memerlukan dukungan pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan AS demi menciptakan peluang pertumbuhan di kedua sisi perbatasan," jelas LeBlanc.
Di sisi lain, Kamar Dagang Kanada melalui Presidennya, Candace Laing, mengimbau agar pelaku usaha tidak terlena.
Laing menekankan bahwa putusan ini bukanlah akhir dari ketegangan dagang. Menurutnya, Kanada harus bersiap menghadapi kemungkinan munculnya mekanisme baru yang lebih ketat dari otoritas AS yang berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan regional.(*)


