FIFA Tentukan Nasib Nigeria ke Piala Dunia, Intrik Regulasi di Balik Meja Hijau
Jakarta : Keputusan sengketa pemain RD Kongo menjadi kunci terakhir bagi mimpi Super Eagles menuju Amerika Utara
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dijadwalkan akan merilis putusan krusial pada Senin 16 Februari 2026, terkait status kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika.
Keputusan ini menyusul gugatan hukum yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) terhadap keabsahan skuad Republik Demokratik (RD) Kongo.
Sengketa ini bermula dari kekalahan dramatis Nigeria dalam babak play-off regional di Maroko pada November 2025 lalu.
Namun, harapan "Super Eagles" kembali mencuat setelah NFF menemukan dugaan pelanggaran regulasi terkait status kewarganegaraan enam pemain lawan.
Intrik Regulasi di Balik Meja Hijau
Dalam laporan resminya, pihak Nigeria mengklaim bahwa RD Kongo menurunkan pemain yang belum memenuhi syarat konversi kewarganegaraan FIFA saat laga penentu berlangsung.
Jika FIFA memenangkan gugatan ini, hasil adu penalti di Maroko bisa dibatalkan, dan Nigeria berpeluang mengambil alih posisi di play-off antarbenua bulan depan.
Sekretaris Jenderal NFF, Mohammed Sanusi, menyatakan bahwa langkah hukum ini diambil berdasarkan bukti yang kuat, bukan sekadar upaya spekulatif.
"Kami telah menyusun argumen yang sangat berdasar secara hukum. Ini adalah kasus yang krusial bagi integritas kompetisi, dan kami optimis menantikan hasil dari Zurich," ujar Sanusi kepada The Guardian.
Senada dengan itu, Ketua Komisi Olahraga Nasional Nigeria, Shehu Dikko, menegaskan keyakinannya bahwa keadilan akan berpihak pada prosedur yang benar.
Tekanan Diplomatik dan Jalur Hukum
Di sisi lain, RD Kongo dilaporkan terus memperkuat posisi tawar mereka. Beberapa laporan media lokal di Afrika menyebutkan adanya upaya lobi intensif untuk mempertahankan hasil pertandingan di lapangan.
Meski demikian, otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut diharapkan tetap independen dalam mengambil keputusan.
Apapun hasil yang diumumkan di Zurich hari ini, konflik ini belum tentu berakhir.
Secara prosedural, pihak yang merasa dirugikan masih memiliki opsi untuk membawa sengketa ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) sebagai langkah hukum terakhir.
Bagi publik sepak bola Nigeria, keputusan hari ini adalah penentu apakah mereka akan tetap menjadi penonton atau kembali berjuang memperebutkan satu tiket tersisa menuju turnamen akbar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.(*)
