Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

IBC Gelar Indonesia Economic Summit 2026, Dorong Kolaborasi Pertumbuhan Tangguh

Jakarta: Indonesian Business Council (IBC) resmi menggelar Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada 3–4 Februari 2026. Forum ekonomi tahunan ini mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, investor global, akademisi, serta organisasi internasional dari 53 negara untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global.

Indonesian Business Council (IBC) resmi menggelar Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada 3–4 Februari 2026

Mengusung tema “Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity”, IES 2026 dirancang sebagai forum dialog strategis sekaligus platform kolaborasi yang menjembatani arah kebijakan pemerintah, kepentingan dunia usaha, dan peluang investasi. Forum ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai jangkar stabilitas ekonomi kawasan dan mitra penting dalam rantai nilai global, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan fragmentasi geopolitik.

Investasi sebagai Penggerak Pertumbuhan

Dalam rangkaian diskusi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Premier Sarawak Datuk Patinggi Tan Sri Abang Haji Abdul Rahman Zohari, serta Chairman of the Board of Trustees Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) Abdullah Saleh Kamel membahas peran investasi sebagai mesin pertumbuhan baru, termasuk potensi Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.

Para pembicara menekankan pentingnya penguatan industri bernilai tambah, percepatan pembangunan infrastruktur, serta konektivitas regional dan global guna mempercepat realisasi investasi dan pelaksanaan proyek strategis.

Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa di tengah ketegangan geopolitik global, Indonesia menempatkan diri sebagai middle power yang menjaga keseimbangan melalui diplomasi strategis, kemitraan ekonomi yang beragam, serta kepemimpinan di ASEAN. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat ketahanan ekonomi melalui investasi di sektor energi terbarukan, manufaktur bernilai tambah, dan teknologi maju, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Perlu Penyelarasan dan Eksekusi Konsisten

Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid menilai Indonesia memiliki modal strategis melalui politik luar negeri bebas dan aktif, yang diperkuat oleh diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto. Namun, posisi tersebut perlu ditopang oleh kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha, serta eksekusi kebijakan yang konsisten agar memberikan dampak ekonomi nyata.

“Pertumbuhan yang tangguh ditentukan oleh penyelarasan visi, kepemimpinan, dan eksekusi. Melalui tiga pilar IBC certainty, capability, dan capital kami mendorong kepastian regulasi, kapasitas institusi, dan akses terhadap modal berkualitas agar peluang investasi benar-benar terwujud,” ujar Arsjad dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Februari 2026.

Senada, Chief Executive Officer (CEO) IBC Sofyan Djalil menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam mendorong investasi berkualitas, peningkatan produktivitas, dan reformasi struktural untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dialog Strategis Lintas Sektor

Pada hari pertama, IES 2026 menghadirkan sejumlah pembicara kunci, antara lain Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa; Menteri Koordinator Infrastruktur dan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono; serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral Mari Elka Pangestu.

Forum ini juga menghadirkan tokoh internasional seperti mantan Menteri Perdagangan dan Promosi Ekspor Kanada Mary Ng, Utusan Khusus Australia untuk ASEAN Nicholas Moore, Chief Economist Asian Infrastructure Investment Bank Erik Berglöf, serta Penasihat Danantara Champan Taylor.

Diskusi menyoroti arah kebijakan ekonomi nasional, strategi menarik investasi jangka panjang, transformasi industri, pengembangan ekonomi hijau, serta pembangunan sumber daya manusia. Para pembicara sepakat bahwa reformasi struktural, transformasi digital, dan integrasi ke rantai pasok global menjadi kunci menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.

Perkuat Posisi Global Indonesia

Melalui rangkaian dialog strategis dan jejaring global, Indonesia Economic Summit 2026 diharapkan menjadi katalis bagi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan dan investasi utama di kawasan.

“Pertumbuhan harus berjalan seiring dengan keadilan. Tantangan kemakmuran bersama masih besar, tetapi hanya melalui pertumbuhan yang inklusif manfaat kebangkitan ekonomi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Arsjad.(*)

Hide Ads Show Ads