IHSG Ditutup Melemah Seiring “Profit Taking” Jelang Long Weekend
Jakarta : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang periode long weekend libur Tahun Baru Imlek 2026.
IHSG ditutup melemah 25,62 poin atau 0,31 persen ke posisi 8.265,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,54 poin atau 0,30 persen ke posisi 839,40.
“Setelah mengalami reli selama tiga hari berturut-turut, IHSG ditutup melemah yang antara lain didorong oleh aksi ambil untung menjelang long weekend,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Ratna mengatakan, investor masih cenderung melakukan strategi trading jangka pendek, di tengah kondisi ketidakpastian yang masih ada. Sektor kesehatan mengalami koreksi terbesar, sedangkan sektor barang baku mencatatkan kenaikan terbesar.
Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto berencana menyelenggarakan sarasehan ekonomi untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional dan respon pemerintah terhadap berbagai perkembangan global pada Jumat (13/2).
Pemerintah berharap pertemuan tersebut akan menjawab keresahan terkait keputusan lembaga pemeringkat Moody's Ratings, yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Dari mancanegara, pelaku pasar akan mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Januari 2026, yang menurut konsensus mencapai 2,5 persen year on year (yoy), atau melambat dari sebelumnya 2,7 persen (yoy) pada Desember 2025.
“Data inflasi ini akan menjadi perhatian investor setelah data nonfarm payrolls AS lebih baik dari perkiraan,” ujar Ratna.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu sektor barang baku naik sebesar 1,42 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 0,75 persen dan 0,64 persen.
Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,00 persen dan 0,71 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LAPD, ZATA, INDS, CSMI dan ESTI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HILL, PACK, SPRE, TRIN dan KPIG.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.024.785 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 43,26 miliar lembar saham senilai Rp23,84 triliun. Sebanyak 294 saham naik, 384 saham menurun, dan 144 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 10,70 poin atau 0,02 persen ke 57.639,80, indeks Shanghai menguat 2,03 atau 0,05 persen ke 4.134,02, indeks Hang Seng melemah 233,84 poin atau 0,86 persen ke posisi 27.032,53, dan indeks Straits Times menguat 32,17 poin atau 0,65 persen ke posisi 5.016,75.(*)
