Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kemlu Berhasil Pulangkan ABK WNI yang Disandera di Somalia

Jakarta : Kemlu RI berhasil memfasilitasi pemulangan WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dan sempat disandera di perairan Somalia. Sebelumnya, kapal Liao Dong Yu 578 berbendera Tiongkok tempat WNI ini bekerja sempat dibajak oleh para perompak.
Gedung Pancasila di Kemlu RI, Jakarta, merupakan tempat pertemuan bilateral Menlu RI Sugiono dan Menlu Slowakia Juraj Blanár,Selasa, 3 Februari 2026

“Kemlu RI melalui direktorat PWNI dan KBRI Nairobi telah melakukan penanganan atas pembajakan kapal Liao Dong Yu berbendera RRT di Somalia. Pada 15 Januari telah berhasil dipulangkan satu ABK WNI yang juga telah tiba dan pemulangan yang bersangkutan telah tiba di daerah asal,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang saat ditemui usai pertemuan bilateral Menlu RI dan Menlu Slowakia, Selasa, 3 Februari 2026 di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta.

Yvonne mengungkapkan, saat ini masih terdapat 5 WNI lainnya yang masih disandera oleh para perompak di kapal yang sama. Pihak KBRI Nairobi saat ini masih melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memastikan keadaan kelima ABK WNI aman.

Sementara, kapal Liao Dong Yu 578 berbendera Tiongkok diketahui dibajak oleh perompak di Peraian Bandarbeyla, Puntland, Somalia, pada 31 Desember 2025. Di kapal tersebut, terdapat beberapa WNI yang ikut disandera oleh perompak.

Sebelumnya, kasus perompakan terhadap kapal di perairan Afrika dan menyebabkan ABK WNI sebagai korban juga pernah terjadi di perairan Ekwata, Gabon. 4 ABK WNI dilaporkan diculik di dalam kapal Liang Peng Yu 828 tempat mereka bekerja.

“Kemlu telah mendapatkan informasi bahwa pada 11 Januari 2026. Di mana telah terjadi pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.

“Pelaku pembajakan telah menculik 9 awak kapal dari total 12 awak. Empat di antaranya adalah WNI,"ujarnya.

Heni menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, saat pembajakan terjadi juga terdapat 3 ABK lainnya, dengan 2 di antaranya merupakan WNI. “Sementara, 3 awak lainnya dan 2 diantaranya WNI saat ini dalam kondisi aman, dan tetap berada di kapal yang sama,” ucapnya.

Adapun akibat pembajakan kapal disertai penculikan ABK ini, ditindaklanjuti oleh Pasukan Angkatan Laut Gabon yang tengah memburu para pelaku. Sedangkan, 3 ABK yang selamat 7 telah dikawal oleh Angkatan Laut Gabon menuju ke Libreville, ibukota Gabon.(*)

Hide Ads Show Ads