Longsor Tambang Timah Bangka, BPBD Ungkap 6 Korban Tewas Terindentifikasi Asal Pandeglang
Bangka: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, memastikan enam pekerja tambang bijih timah yang tewas akibat longsor di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, berasal dari Pandeglang, Provinsi Banten.
Kepala BPBD Bangka Rusmansyah mengatakan, para korban meninggal dunia tersebut masing-masing bernama Abat, Samson, Sanam, Abeng, Alex, dan Manaf.
“Enam pekerja tambang bijih timah yang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor teridentifikasi berasal dari Pandeglang, Banten,” ujar Rusmansyah kepada wartawan, Rabu, 4 Februari 2026.
Satu Pekerja Masih Hilang
Selain enam korban meninggal, satu pekerja lainnya bernama Soleh hingga kini belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian dengan dukungan alat berat.
“Pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan masih berlangsung dengan mengerahkan tim gabungan dan alat berat,” jelasnya.
BPBD mencatat, empat pekerja asal Pandeglang berhasil selamat dalam peristiwa tersebut. Mereka masing-masing bernama Ecek, Asep, Mani, dan Sainan.
Kronologi Longsor Tambang di Bangka
Musibah kecelakaan tambang terjadi pada Senin 2 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor terjadi di lokasi penambangan bijih timah yang berada di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah di wilayah Pemali, Bangka.
Kegiatan penambangan tersebut diduga dilakukan tanpa dilengkapi dokumen perizinan resmi. Proses pencarian korban terakhir menghadapi kendala akibat pergeseran struktur tanah di area tambang yang masih labil. Untuk mempercepat pencarian, tim SAR menggunakan alat berat seperti excavator serta peralatan pendukung lainnya.(*)
