Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Makna dan Sejarah ‘Angpao’ dalam Tradisi Imlek

Jakarta : Tradisi angpao menjadi bagian penting perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa dengan makna simbolis mendalam. Pemberian amplop merah berisi uang ini memiliki aturan, nilai budaya, serta pesan keberuntungan turun-temurun kuat.
Ilustrasi seseorang memegang angpao di hari Imlek (Foto: Freepik)

Angpao didefinisikan sebagai amplop merah berisi uang yang diberikan dalam berbagai perayaan tertentu masyarakat Tionghoa. Istilah angpao berasal dari bahasa Hokkian, sementara dalam Mandarin dikenal dengan sebutan hóngbāo tradisional Tiongkok.

Secara makna, angpao tidak hanya bermakna materi, tetapi melambangkan doa, kemakmuran, dan harapan baik keluarga. Warna merah pada angpao dipercaya melambangkan keberuntungan sekaligus perlindungan dari pengaruh buruk menurut kepercayaan budaya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mencatat angpao sebagai uang yang diberikan saat Hari Raya Imlek tradisional. Pemberian tersebut umumnya ditujukan kepada anak-anak, individu belum menikah, serta orang tua tertentu dalam keluarga.

Meski identik dengan Imlek, angpao juga dibagikan pada pernikahan, kelahiran, ulang tahun, atau kelulusan penting. Tradisi ini menegaskan angpao sebagai sarana berbagi kebahagiaan serta doa kebaikan antarsesama dalam kehidupan sosial.

Sejarah mencatat tradisi angpao telah berlangsung ribuan tahun dan berakar dari kebudayaan Tiongkok kuno klasik. Berbagai kisah rakyat dan catatan dinasti menjelaskan awal mula praktik pemberian uang simbolis tersebut ini.

Pada Dinasti Qin, koin diikat benang merah diberikan kepada anak sebagai pelindung usia dari kesialan. Kisah lain menyebut iblis Sui dipercaya mengganggu anak hingga orang tua menyimpan koin pelindung khusus.

Perkembangan terjadi pada Dinasti Song ketika uang mulai diberikan dalam amplop merah sebagai simbol keberuntungan. Warna merah dipilih karena diyakini mampu menolak roh jahat dan membawa nasib baik menurut kepercayaan.

Tradisi angpao kemudian menyebar luas ke berbagai wilayah Asia bersama migrasi masyarakat Tionghoa lintas generasi. Hingga kini, angpao tetap dipertahankan sebagai simbol berbagi rezeki dan harapan masa depan yang lebih baik(*)

Hide Ads Show Ads