Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Mamdani Lobi Trump Demi Hunian New York

Wasinghton DC ; Wali Kota New York tawarkan proyek ribuan apartemen dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih.
Wali Kota New York City Zohran Mamdani dan Presiden Donald Trump berfoto di Ruang Oval pada 26 Februari. 2026. (Zohran Mamdani/X)

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, melakukan kunjungan mendadak ke Gedung Putih pada hari Kamis untuk bertemu Presiden Donald Trump. 

Pertemuan ini menandai upaya kedua Mamdani dalam merangkul presiden kelahiran Queens tersebut guna mencairkan kebuntuan pendanaan federal bagi krisis perumahan di New York.

Dalam pertemuan di Ruang Oval tersebut, Mamdani membawa sebuah cinderamata simbolis berupa replika halaman depan surat kabar New York Daily News dengan tajuk utama: 

“TRUMP TO CITY: LET’S BUILD.” Gestur ini merupakan plesetan dari tajuk ikonik tahun 1975 saat Presiden Gerald Ford menolak membantu krisis keuangan New York.

Diplomasi Perumahan di Sunnyside Yards

Inti dari pembahasan ini adalah permintaan dukungan dana federal untuk proyek ambisius di Sunnyside Yards, Queens. Proyek ini diproyeksikan mampu menyediakan 12.000 unit apartemen terjangkau, dengan estimasi biaya mencapai $14 miliar berdasarkan proposal awal tahun 2020.

Joe Calvello, Sekretaris Pers Balai Kota, mengonfirmasi bahwa tim Mamdani merancang rencana tersebut setelah Trump meminta "ide-ide besar untuk membangun hal besar bersama" pada pertemuan pertama mereka November lalu.

"Wali Kota menerima undangan tersebut dan datang ke D.C. hari ini untuk mewujudkannya. Ini akan menjadi investasi federal terbesar dalam sektor perumahan dalam lima dekade terakhir," ujar Calvello. Ia menambahkan bahwa Presiden Trump menunjukkan antusiasme tinggi terhadap gagasan tersebut.

Dinamika Politik yang Kontradiktif

Hubungan kerja yang mulai terbangun antara Mamdani, yang dikenal sebagai seorang sosialis demokratis, dan Presiden Trump memicu beragam reaksi. Padahal, selama masa kampanye, Mamdani kerap bersumpah akan menjadi "mimpi buruk" bagi kepemimpinan Trump.

Namun, sejak terpilih pada 4 November, Mamdani beralih ke pendekatan pragmatis. Trump sendiri, dalam pidato kenegaraan Selasa malam, memberikan komentar khasnya terhadap sang Wali Kota.

"Wali Kota komunis yang baru di New York, saya pikir dia sebenarnya orang yang baik," ujar Trump. "Kebijakannya buruk, tapi dia orang yang baik."

Isu Keamanan dan Kemanusiaan

Selain pembahasan infrastruktur, pertemuan satu jam tersebut juga menyentuh isu krusial lainnya:

• Pembebasan Mahasiswa: Mamdani meminta pembebasan Elmina Aghayeva, mahasiswa Universitas Columbia yang ditahan oleh pihak imigrasi (ICE). Sesaat setelah pertemuan, Mamdani mengonfirmasi lewat media sosial X bahwa Trump telah menginstruksikan pembebasan mahasiswa tersebut.

• Ketegangan Internal: Di tengah diplomasi ini, Mamdani juga menghadapi dinamika internal dengan Komisioner NYPD, Jessica Tisch, terkait penanganan insiden "perang bola salju" di Manhattan yang berujung pada penangkapan warga.

Langkah Mamdani ini dinilai sebagai upaya strategis untuk melindungi New York City dari pemotongan anggaran federal yang drastis, sekaligus memanfaatkan latar belakang Trump sebagai mantan pengembang real estat untuk mempermudah reformasi penggunaan lahan di lima wilayah New York.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan keterangan resmi terkait hasil mendalam dari pertemuan tersebut.(*)

Hide Ads Show Ads