Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pasar Tunggu Data Ekonomi Berulang Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat

Jakarta : Nilai tukar rupiah kembali tertekan oleh dolar AS hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah sejak pembukaan perdagangan ke posisi Rp16.771 per dolar AS, turun 0,10 persen.
Foto ilustrasi

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong dalam analisisnya, Rabu, 4 Februari 2026.

Penyebab rupiah melemah, menurutnya, karena pelaku pasa cenderung 'sideline' atau menahan diri untuk tidak bertransaksi. "Mereka mengantisipasi serentetan data ekonomi penting di Amerika Serikat beberapa hari ke depan," ucap Lukman.

Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik juga akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV dan seluruh tahun 2025. Lukman juga melihat sentimen domestik masih belum sepenuhnya pulih di pasar modal, karena masih terjadi aksi jual saham.

"Hari ini rupiah kemungkinan akan bergerak di rentang Rp16.700-Rp16.850 per dolar AS," ujar Lukman. Sedangkan dolar AS hari ini berada di level 97,36 menguat dibandingkan hari Selasa kemarin.

Namun analisis berbeda disampaikan Analis Pasar Uang lainnya, Fikri C. Permana yang memperkirakan rupiah akan menguat. "Nilai tukar rupiah kemungkinan terapresiasi ke Rp16.720 per dolar AS," ucapnya.

Faktor penopang penguatan rupiah adalah kekhawatiran di AS atas 'shutdown' (penghentian sementara) parsial pemerintahan AS. "Termasuk perkembangan tensi geopolitik politik global yang mulai menurun," ujar Fikri.

Dia juga berpendapat risiko sell-off (aksi jual) di pasar ekuitas mulai mereda. Meskipun pada Selasa kemarin masih terjadi net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sekitat Rp760 miliar.(*)

Hide Ads Show Ads