Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Ramadan 2026, Menu Buka Puasa Autentik Khas Afghanistan


Ramadan 2026: Menu Buka Puasa Autentik Khas Afghanistan

Kabul : Mengenal Bolani dan Firni, sajian wajib warga Afghanistan saat merayakan bulan suci Ramadan

Jutaan umat Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk di Afghanistan, mulai memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. 

Sebagai bulan kesembilan dalam kalender Islam, Ramadan tetap menjadi momentum krusial bagi transformasi spiritual dan penguatan ikatan komunitas melalui ibadah puasa serta amal kebajikan.

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga matahari terbenam. Bagi komunitas Muslim global, ini adalah periode renovasi batin (spiritual rejuvenation). 

Selama sebulan penuh, fokus utama dialihkan pada upaya mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki karakter diri, serta mengasah empati terhadap kelompok masyarakat yang kurang beruntung.

Tradisi dan Kuliner di Jantung Afghanistan

(Masjid Terbesar di Afganistan selalu ramai dikunjungi umat muslim di bulan ramadhan (Foto:afghanaid))

Di Afghanistan, Ramadan dirayakan dengan perpaduan antara kekhidmatan ibadah dan kekayaan tradisi kuliner lokal. 

Seorang staf dari kantor pusat lembaga kemanusiaan Afghanaid di Kabul memberikan gambaran tentang bagaimana kehangatan keluarga terbentuk di tengah situasi yang menantang.

"Ramadan adalah bulan yang damai, bulan kebersamaan, perayaan, dan kebahagiaan. Kami memperbanyak doa, berpuasa di siang hari, dan setiap malam kami menyiapkan berbagai jenis hidangan seperti Aay Khanum, Pakawra, Mantoo, atau Bolani untuk berbuka puasa," ujarnya dalam keterangan resmi Jumat 20Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa momen Iftar (buka puasa) adalah waktu di mana seluruh anggota keluarga berkumpul di atas hamparan taplak meja besar untuk berdoa bersama sebelum mencicipi hidangan. 

Selain makanan berat, hidangan penutup seperti Firni puding susu ringan menjadi favorit utama karena teksturnya yang lembut setelah seharian berpuasa.

Esensi Filantropi dan Zakat

Selain aspek ritual, Ramadan dikenal sebagai puncak aktivitas filantropi Islam. Umat Muslim percaya bahwa pahala atas perbuatan baik akan dilipatgandakan selama bulan suci ini. 

Fenomena ini terlihat jelas pada praktik pembayaran Zakat, yakni kewajiban menyisihkan 2,5 persen dari kekayaan untuk membantu fakir miskin.

Di Inggris, misalnya, komunitas Muslim menyalurkan jutaan poundsterling melalui berbagai lembaga amal setiap tahunnya selama Ramadan. 

Semangat memberi ini menjadi krusial, mengingat banyak wilayah seperti Afghanistan masih membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi perempuan, laki-laki, dan anak-anak untuk bertahan hidup dan berkembang.

Penutup yang Fitri

Siklus Ramadan akan berakhir seiring munculnya bulan sabit baru, yang menandai dimulainya Idul Fitri. 

Festival kemenangan ini menjadi waktu bagi umat untuk menunjukkan rasa syukur, memberikan pengampunan, dan mempererat kembali silaturahmi yang sempat renggang melalui pemberian hadiah dan jamuan makan bersama.

Melalui pesan resminya, Afghanaid menyampaikan harapan agar Ramadan tahun ini membawa kedamaian bagi seluruh umat. 

"Ramadan Mubarak. Kami berharap Anda dan orang-orang terkasih mendapatkan bulan yang damai dan bahagia." (*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads