Rupiah Melemah Seiring Aktivitas Manufaktur AS Menguat
Jakarta ; Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data menunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan,” ungkap Lukman di Jakarta, Selasa.
Tercatat, indeks dari Dallas Fed Manufacturing AS mencapai angka 0,2 dari sebelumnya -1,2. Selain itu juga data Chicago National yang mencapai 0,18 poin, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya -0,21.
Kendati data ekonomi AS mengalami penguatan, pelemahan rupiah diperkirakan terbatas seiring ketidakpastian seputar tarif yang masih cenderung menahan dolar AS.
“Trump berbalik mengancam 15 persen tarif global yang merata, non resiprokal yang dianulir MA (Mahkamah Agung),” kata dia.
Mengutip Sputnik, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melipatgandakan tarif impor bagi negara-negara yang memanfaatkan putusan MA AS terkait pembatasan wewenang eksekutif, seraya menyebut dirinya tidak perlu persetujuan Kongres untuk menetapkan tarif.
Ancaman itu dilontarkan Trump pada Senin (23/2) setelah Mahkamah Agung pekan lalu membatalkan dasar hukum pemberlakuan tarif impor karena konstitusi menetapkan wewenang tersebut berada di tangan Kongres.
Trump menyebut keputusan itu "memalukan", tetapi ia mengatakan bahwa "tanpa disadari" MA memberinya kewenangan yang lebih besar.
Trump juga menolak keharusan meminta restu legislatif dalam urusan perdagangan internasional karena menganggap izin tersebut sudah ia kantongi sejak lama.
Sebagai presiden, kata Trump, dirinya tidak harus berkonsultasi dengan Kongres untuk mendapatkan persetujuan mengenai tarif.(*)


