Sentimen Pasar Positif, Penguatan Rupiah Berlanjut
Jakarta: Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS sepanjang hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, nilai rupiah ditutup di posisi Rp16.754 per dolar AS, naik 0,26 persen atau 44 poin.
Sentimen pasar uang positif antara lain karena rilis S&P Global Market Intelligence mengenai indeks manufaktur Indonesia. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 52,6 pada Januari 2026.
“Angka tersebut naik dari level 51,2 pada Desember 2025. Kenaikan tergolong sedang dan menunjukkan sektor manufaktur Indonesia pada level ekspansif,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca Juga:
Advertisement
IHSG Berhasil ‘Rebound’, Ditutup Naik Signifikan 2,52 Persen
Menkeu Purbaya Bicara Anggaran untuk ‘Gentengisasi’
Kenaikan PMI manukfaktur bulan Januari didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada output dan permintaan baru. “Selain itu, produksi juga meningkat dan output nya naik tiga bulan berjalan,” ucap Ibrahim.
S&P menilai kenaikan produksi dan kondisi permintaan yang membaik berdampak positif. Perusahaan-perusahaan jadi menaikkan pembelian input selama enam bulan berturut-turut.
Advertisement
“Perusahaan juga melaporkan upaya menaikkan inventaris pra dan pasca produksi. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan kenaikan produksi di karena permintaan yang terus naik,” ujar Ibrahim.
Sementara itu dari faktor eksternal, pergerakan nilai tukar rupiah masih dibayangi perkembangan tensi geopolitik. Pembicaraan mengenai pengembangan nuklir antara AS dan Iran kemungkinan akan berlanjut di Turki akhir pekan mendatang.
Presiden AS Donald Trump mengklaim pihak Iran sudah “bicara serius” dengan Washington mengenai hal tersebut. “Namun Trump mengingatkan hal-hal buruk dapat terjadi jika kesepakatan tidak tercapai,” ujar Ibrahim.
Di sisi lain, Presiden Trump mengumumkan kesepakatan tarif dengan India. AS memangkas tarif atas barang-barang dari India menjadi 18 persen dari 50 persen.
“India setuju untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia sebagai imbalannya. India juga akan menurunkan berbagai hambatan perdagangan dengan AS,” ucap Ibrahim.
