Sepuluh Tradisi Imlek di Indonesia
Jakarta : Perayaan Imlek di Indonesia dirayakan dengan beragam tradisi yang sarat makna dan simbol keberuntungan. Tradisi ini diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah.
Selain sebagai penanda tahun baru, Imlek juga menjadi momen mempererat hubungan keluarga dan sosial. Setiap ritual dijalankan dengan harapan membawa kebaikan sepanjang tahun.
Nuansa Imlek biasanya terasa dari rumah, tempat ibadah, hingga ruang publik. Perayaan ini juga memperkaya keragaman budaya Indonesia, berikut ragam tradisi imlek yang masih dilakukan di Indonesia.
1. Membersihkan Rumah
Menjelang Imlek, keluarga Tionghoa membersihkan rumah secara menyeluruh dari depan hingga belakang. Tradisi ini dipercaya membuang kesialan dan menyambut keberuntungan baru.
Namun, bersih-bersih dihindari saat hari awal Imlek. Hal ini diyakini dapat menghilangkan rezeki yang baru datang.
2. Mendekorasi Serba Merah dan Emas
Warna merah dan emas mendominasi dekorasi Imlek di rumah maupun ruang publik. Kedua warna ini melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran.
Tradisi warna merah berasal dari legenda monster Nian. Monster tersebut diyakini takut warna merah dan suara keras.
3. Memasang Gantungan Dewa Pintu
Gambar dewa pintu atau mén shén dipasang di pintu rumah saat Imlek. Hiasan ini dipercaya melindungi keluarga dari gangguan roh jahat.
Lampion, kaligrafi Fu, dan pohon kumquat turut melengkapi dekorasi. Seluruh hiasan menghadirkan suasana Imlek yang hangat.
4. Menyajikan Hidangan Khas Imlek
Hidangan Imlek disajikan sebagai simbol doa dan harapan. Setiap makanan memiliki makna filosofis tersendiri.
Hidangan populer saat imlek biasanya ikan, mie panjang umur, pangsit, dan kue keranjang. Makanan tersebut melambangkan rezeki, umur panjang, dan keharmonisan.
5. Membagikan Angpao
Angpao dibagikan dalam amplop merah berisi uang. Biasanya diberikan oleh orang tua atau yang telah menikah.
Tradisi ini melambangkan berbagi rezeki dan doa kebaikan. Anak-anak dan kerabat belum menikah menjadi penerima utama angpao.
6. Tradisi Yu Sheng
Yu Sheng merupakan hidangan salad khas yang disantap bersama keluarga. Prosesi menyantapnya dilakukan secara bersamaan.
Isi hidangan diangkat tinggi menggunakan sumpit. Semakin tinggi, semakin besar harapan keberuntungan.
7. Sembahyang Kepada Leluhur
Sembahyang leluhur dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur. Ritual ini biasanya dilakukan di rumah atau klenteng.
Dupa dan lilin dinyalakan selama prosesi sembahyang. Doa dipanjatkan untuk keselamatan dan kelancaran hidup.
8. Membaca Shio
Imlek juga identik dengan pembacaan peruntungan denganshio. Tradisi ini dipercaya memberi gambaran perjalanan hidup setahun ke depan.
Penanggalan Tiongkok mengenal dua belas shio. Imlek 2026 dikenal sebagai Tahun Kuda Api.
9. Menyalakan Kembang Api
Kembang api dan petasan identik dinyalakan saat perayaan, ini juga berlaku saat perayaan Imlek. Suara keras dipercaya dapat mengusir energi negatif.
Tradisi ini juga melambangkan perlindungan dan keberanian. Perayaan pun terasa semakin meriah dengan hadirnya kembang api.
10. Pertunjukan Barongsai
Barongsai dan liong kerap tampil memeriahkan acara Imlek di berbagai daerah. Tidak hanya yang merayakan, pertunjukan ini menarik perhatian masyarakat luas.
Keduanya melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Aksi energik dipercaya membawa rezeki bagi penonton yang hadir.(*)
