Siswa SD Akhiri Hidupnya, Gubernur NTT Akui Pihaknya Gagal Urus Warga
NTT : Gubernur NTT, Melki Laka Lena, melontarkan pernyataan tegas terkait kasus meninggalnya seorang siswa SD yang nekad mengakhiri hidupnya. Siswa berinisial YBS (10) tersebut memilih mengakhiri hidupnya diduga dipicu kekecewaan karena tidak mampu membeli alat tulis sekolah.
![]() |
| Surat yang diduga ditulis YBS (10) sebelum ia mengambil keputusan mengakhiri hidupnya. (Foto: Istimewa) |
Melki dengan lantang menegaskan Pemprov NTT dan Pemkab Ngada gagal dalam mengurus warganya. Menurutnya, peristiwa ini menjadi alarm serius jajarannya dalam mengurusi masyarakat.
"Ini kan kita tidak tahu apa yang salah, tapi peranata sosial kita berarti gagal urus model beginian. Pemerintahan kita juga gagal, provinsi sama, Kabupaten Ngada juga sama," katanya saat memberi sambutan dalam peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu, 4 Februari 2026.
"Kita punya pranata agama juga gagal, pranata budaya juga gagal, sampai ada orang mati karena miskin begini. Saya minta kita semua hadir di tempat ini, para pejabat-pejabat daerah, termasuk diri saya sendiri kayak gini cukup terakhir sudah," ujarnya.
Melkipun dengan tegas meminta jajarannya menganggap peristiwa ini merupakan persoalan yang biasa. Ia-pun berharap tidak ada lagi warga yang meninggal akibat peristiwa seperti ini lagi.
"Malu saya sebagai gubernur model ini. Masa ada warga negara mati hanya karena model begini," ucapnya.
Ia menyatakan, kesalahan harus dicari secara jelas dan pihak yang bertanggung jawab harus siap ditindak. Menurutnya, tidak dapat diterima jika masih ada warga negara yang meninggal dunia hanya karena kegagalan perangkat sosial bekerja.
"Jangan-jangan ada model-model begini kejadian ini, esok ada lagi model begini, saya tuntut orang-orangnya. Kalaupun saya salah, saya siap dituntut, kesalahan itu ada dimana, siap dia dituntut," katanya.
"Masa ada warga negara mati hanya karena model begini, guna apa kita punya perangkat itu PKH, perangkat sosial segala macam. Uang ngalir triliunan ke NTT urusan orang-orang miskin, masih ada yang mati urusan begini," ucapnya.
Sebelumnya dikabarkan siswa kelas IV SD berusia 10 tahun, YBS, memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Insiden itu diduga bermula ketika dia meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena senilai Rp10 ribu.
Ibu YBS yang merupakan seorang petani dan buruh serabutan mengaku tidak memiliki uang. Kenyataan tersebut diduga membuat YBS akhir menghilangkan nyawanya sendiri.(*)
