Tekanan Dolar Berkurang, Rupiah Dibuka pada Posisi Menguat
Jakarta : Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berlanjut pada Selasa 10 Februari 2026 ini. Sehari sebelumnya, rupiah ditutup naik 0,42 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS.
Menurut Bloomberg, pada pembukaan perdagangan rupiah menguat 0,11 persen ke posisi Rp16.787 per dolar AS. Sedangkan mata uang dolar AS berada pada level 97,5.
Analis pasar uang, Lukman Leong, memperkirakan rupiah berpotensi menguat kembali terhadap dolar AS yang melemah. Namun, penguatan rupiah itu kemungkinan masih sangat terbatas karena beberapa faktor lain.
Menurut Lukman, pelemahan dolar AS dipengaruhi pernyataan Pemerintah Tiongkok. Negeri Panda itu menyarankan lembaga keuangan untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS.
Terkait perkiraan penguatan rupiah yang masih terbatas, Lukman menyebut pemicunya adalah sikap pasar yang wait and see. Menurut dia, pelaku pasar menantikan data ekonomi dalam negeri berupa penjualan ritel per Desember 2025.
Bank Indonesia akan merilis data tersebut setelah sebelumnya mengeluarkan indeks keyakinan konsumen. "Rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS," ucapnya.
Perhatian pelaku pasar juga akan tertuju pada rilis data penggajian pekerja non-pertanian di AS. Demikian pila dengan consumer price index (CPI) atau indeks harga konsumen yang menjadi pertimbangan kebijakan suku bunga The Fed.(*)


