Legislator Jabar Berikan Pendidikan Politik di SMK Texmako Karawang
Karawamg : Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, menggelar kegiatan pendidikan politik bagi pelajar di SMK Texmaco Purwasari, Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Dr. Oman Komarudin, S.Si., M.Kom, sebagai narasumber utama.
![]() |
| Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, menggelar kegiatan pendidikan politik bagi pelajar di SMK Texmaco |
Acara yang berlangsung di aula SMK Texmaco Purwasari itu diikuti oleh kepala sekolah, jajaran guru, serta ratusan siswa. Pendidikan politik yang diberikan mengangkat tema “Pelajar Cerdas di Era Digital”, dengan fokus pada peningkatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi secara bijak.
Kepala SMK Texmaco Purwasari, Nur Ismawati, S.Si., M.Si., Gr., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pendidikan politik yang dinilai sangat bermanfaat bagi para siswa.
Ia berharap para pelajar dapat menyerap ilmu dan informasi yang disampaikan oleh para narasumber, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.
“Kami berharap dari kegiatan ini anak-anak dapat memperoleh ilmu dan wawasan baru yang bermanfaat, baik untuk saat ini maupun ketika mereka melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Isma juga memperkenalkan profil sekolah yang dipimpinnya. SMK Texmaco Purwasari memiliki lima konsentrasi keahlian, yaitu Teknik Sepeda Motor, Teknik Mekanik Industri, Teknik Elektronika Industri, Manajemen Perkantoran, serta Teknik Komputer dan Jaringan.
Sekolah yang berdiri sejak 2016 tersebut saat ini memiliki sekitar 800 siswa dengan 46 guru dan karyawan. SMK Texmaco Purwasari berada di bawah Yayasan Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi yang menaungi sejumlah lembaga pendidikan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Alhamdulillah hingga saat ini kami sudah meluluskan sembilan angkatan, dan tahun ini insyaallah akan menjadi angkatan ke-10,” katanya.
Dalam sambutannya, Sri Rahayu Agustina menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menggunakan teknologi, khususnya telepon pintar dan media sosial.
Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga membawa risiko jika tidak digunakan secara bijak. Ia menyoroti berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak serta dampak negatif penggunaan internet tanpa pengawasan.
“Anak-anak sekarang bangun tidur yang pertama dilihat adalah handphone. Teknologi memang memudahkan, tetapi jika tidak digunakan dengan bijak bisa membawa dampak negatif,” ujarnya di hadapan para siswa.
Sri Rahayu juga mengingatkan para pelajar untuk berhati-hati dalam mengakses informasi di internet, termasuk menghindari konten negatif, berita palsu, serta pengaruh buruk dari media sosial.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unsika, Dr. Oman Komarudin, menjelaskan bahwa teknologi digital merupakan bagian dari transformasi yang tidak dapat dihindari oleh generasi muda saat ini.
Ia menegaskan bahwa teknologi tidak seharusnya dilarang, melainkan dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pendidikan, kreativitas, dan pengembangan diri.
“Digital tidak boleh dilarang karena manfaatnya jauh lebih besar. Yang harus dilakukan adalah menyaring informasi, mengambil yang positif, dan meninggalkan yang negatif,” jelasnya.
Oman juga memperkenalkan perkembangan teknologi terbaru seperti Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan industri kreatif.
Menurutnya, generasi muda saat ini merupakan digital native, yakni generasi yang sejak lahir sudah hidup di era teknologi digital.
“Kalau generasi kami belajar teknologi setelah dewasa, kalian justru lahir ketika teknologi sudah ada. Artinya, kalian adalah warga dunia nyata sekaligus warga dunia digital,” katanya.
![]() |
| Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, menggelar kegiatan pendidikan politik bagi pelajar di SMK Texmaco |
Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diajak berdiskusi mengenai dampak penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Sri Rahayu berharap kegiatan pendidikan politik ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya etika digital, kemampuan memilah informasi, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
“Kami berharap para pelajar dapat menggunakan teknologi secara cerdas, tidak mudah terpengaruh informasi palsu, dan mampu memanfaatkan dunia digital untuk hal-hal yang positif,” tutupnya.(*)




